22 September Digelar Moon Cake

0
137
WARGA Tionghoa Anambas saat menggelar kegiatan lampu lampion, belum lama ini. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Promosi Wisata, Festival Diperbanyak

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas gencar mempromosikan wisata melalui kegiatan-kegiatan festival yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya pemkab Anambas.

ANAMBAS – Pascatelah suksesnya pagelaran Festival Padang Melang (FPM) ke-III di Kecamatan Jemaja belum lama ini, kini Disparbud Anambas akan menggelar lagi kegiatan Anambas Moon Cake Festival (AMCF) di Kecamatan Siantan.

”Kita tetap fokus di kegiatan-kegiatan promosi tentang wisata Anambas. Anambas harus memprioritaskan memajukan wisata demi kemajuan Anambas ke depannya yang lebih baik dan sejahtera,” ungkap Masykur selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Anambas kepada wartawan, Selasa (4/9).

Menurutnya, AMCF nanti akan digelar pada tanggal 22 September 2018 di Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Anambas tepatnya di Lapangan Sulaiman Abdulah.

Ia juga telah mengirim surat undangan kepada sejumlah kelompok persatuan etnis Tionghoa yang berada di Provinsi Kepri untuk dapat hadir.

”Kita harapkan akan ramai mengunjungi Anambas ketika acara AMCF nanti digelar, karena akan dihibur juga artis Mandarin Deby,” jelas dia.

Melalui stafnya yakni Yoel mengatakan, kegiatan ini akan digelar terus setiap tahunnya, waktunya akan menyesuaikan. Dalam kalender penanggalan budaya Tionghoa, setiap tanggal 15 bulan delapan kalender Imlek (pertengahan musim gugur-Tiong Chiu) selalu dirayakan sebagai perayaan sembahyang Kue Bulan (Moon Cake) dimana pada saat itulah bulan paling bulat dan paling terang sepanjang tahun.

Lalu dikarenakan jarak paling dekat antara bulan dengan bumi, dimana selalu dimeriahkan pula dengan berbagai pesta lampion untuk menerangi dan memperindah suasana bulan purnama dan aneka kue bulan yang bulat sebagai lambang terangnya bulan menyinari bumi.

Kata dia, kegiatan ini digelar secara serentak oleh etnis Tionghoa di seluruh dunia, termasuk diantaranya Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Maka tidak ada salahnya jika diselenggarakan pula di Anambas melalui kerja sama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Anambas bersama Disparbud.

”Perayaan ini biasanya digelar secara serentak oleh etnis Tionghoa seluruh dunia. Tapi di Anambas baru pertama kali akan digelar festivalnya,” ujar dia.

Ia melanjutkan, festival ini masuk dalam pagelaran budaya bulanan kalender event Disparbud tahun 2018. Festival ini sebagai penutup setelah sebelumnya dilakukan festival budaya Melayu, Minangkabau dan Nusantara.

Kata dia, AMCF ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan oleh etnis Tionghoa. Selain itu ada juga akulturasi budaya lokal seperti tarian kipas dari Sanggar Tompak Tige, kolaborasi permainan biola dan akordion dengan guzheng/kecapi.

”Semoga festival ini berjalan dengan lancar. Kita harapkan semua masyarakat bisa hadir memeriahkan acara AMCF ini, tidak pandang dari golongan apa, pastinya kita menargetkan wisatawan bisa ramai mengunjungi Anambas dan ekonomi bisa meningkat,” tuturnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here