222 Korban Tsunami Selat Sunda

0
433
Tsunami Selat Sunda F-NET

BANTEN – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, dari 222 korban tewas akibat tsunami Selat Sunda kebanyakan berasal dari wisatawan.

Namun, semuanya adalah wisatawan lokal. Dia memastikan, tak ada satu pun yang berasal dari warga negara asing.

”Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini berasal dari empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus,” katanya.

Sutopo kemudian memerinci, untuk di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, dan dua orang hilang.

Baca Juga :  Gubernur Tabur Hadiah di Karimun

Lalu, kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, sembilan hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, serta 73 kendaraan rusak.

”Daerah yang terdampak di sepuluh kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung, dan Kampung Sambolo,” papar dia.

Sutopo mengatakan, korban banyak wisatawan karena sedang berwisata di sepanjang Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Kemudian, di Kabupaten Serang tercatat sebelas orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Untuk kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Baca Juga :  Sembilan Bulan, Investasi Masuk Rp 9,95 T

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. “Lalu di Kabupaten Tanggamus terdapat satu orang meninggal dunia,” tandas dia.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim untuk pengungkapan identitas korban meninggal maupun luka-luka akibat musibah tsunami di pantai sepanjang Selat Sunda, yang terjadi Sabtu (22/12) malam.

Tim melibatkan petugas dukcapil dari pusat maupun daerah.

“Saat ini Dinas Dukcapil Serang maupun Pandeglang, Banten siaga di kantor dan sebagian sudah ada di lapangan,” ujar Zudan di Jakarta, Minggu (23/12).

Baca Juga :  Media Lulus Verifikasi Dewan Pers Dapat Barcode

Sementara tim dukcapil dari pusat, kata Zudan, mengamankan jaringan dan akses biometrik untuk kepentingan identifikasi di lapangan.

“Selain pengungkapan identitas korban, tim juga akan menangani masalah penerbitan dokumen kependudukan yang hilang akibat bencana,” ucapnya.

Zudan kemudian mendoakan seluruh korban dan keluarga yang tertimpa musibah, tabah menghadapi cobaan yang ada. (jpnn)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here