24 Ribu Batang Rokok Diamankan

0
83
PERSONEL BC dari KPPBC TMP-B Tanjungbalai Karimun melaksanakan operasi pasar dengan sasaran rokok BKC di kawasan bebas khusus Karimun. f-alrion/tanjungpinang pos
Pihak Bea dan Cukai dari KPPBC TMP-B Tanjungbalai Karimun kembali melakukan pencegahan terhadap Barang Kea Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) berupa Rokok Khusus Kawasan Bebas.

KARIMUN – Rabu (1/1), Tim Patroli Kapal BC 15034 melakukan patroli rutin di wilayah perairan Karimun sekitar Pukul 14.00 WIB.

Setelah itu, Tim Patroli BC 15034 melakukan pemeriksaan terhadap kapal penumpang MV Sentosa 15 dari Batam dengan tujuan Tanjungbatu.

Dari Pemeriksaan tersebut, ditemukan muatan 2 buah kardus tidak bertuan yang berisi BKC Hasil Tembakau berupa Rokok Khusus Kawasan Bebas Batam.

Sehingga, petugas langsung menegah dan mengamankan kardus tersebut ke dalam kapal Patroli BC 15034.

Setelah dilakukan pencacahan terhadap barang hasil penindakan berupa BKC tersebut, terdapat 24.000 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas Batam jenis SKM.

Dari jumlah itu, perkiraan nilai barang sekitar Rp12.000.000,- dan potensi kerugian negara sebesar Rp8.880.000.

Kasi PLI KPPBC TMP B TB Karimun, Bagus mengatakan, penegahan tersebut dilakukan karena telah terjadi pelanggaran Pasal 19 ayat (5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari serta Berada di Kawasan Yang Telah Ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang berbunyi.

”Barang Kena Cukai untuk kebutuhan konsumsi penduduk, di Kawasan Bebas tidak dapat dikeluarkan dari Kawasan Bebas,” terang Bagus.

Diakhir bulan April 2019, Tim Operasi Pasar KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun melakukan operasi di Tanjung Batu Kundur.

Kegiatan yang dilakukan, berupa pemeriksaan terhadap toko-toko yang yang diduga menjual BKC hasil tembakau berupa rokok Khusus Kawasan Bebas yang bukan peruntukannya. Dari pemeriksaan terhadap toko-toko tersebut, maka dilakukan pencegahan atau penindakan terhadap 2.728 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas Karimun jenis SKM.

Selain itu, 1.480 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas Batam jenis SPM dan 11.508 batang Rokok jenis SKM, 848 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas Bintan jenis SKM, 400 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas Tanjungpinang jenis SKM.

Lainnya, sebanyak 1.340 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas jenis SKM serta 2.060 batang Rokok Khusus Kawasan Bebas jenis SPM dengan nilai barang tersebut sekitar Rp10.660.000,- dan potensi kerugian negara sebesar Rp7.906.980.

Penegahan tersebut dilakukan, karena telah terjadi pelanggaran yang dikenai Pasal 19 ayat (5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2012.

Pasal itu, tentang perihal Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta tata laksana pemasukan dan Pengeluaran barang ke dan dari serta berada di kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang berbunyi. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here