245.102 Baby Lobster Dilepas di Natuna

0
95
Penyeludupan baby labstor yang diamankan, diperlihatkan kepada pers, Rabu (13/3) di Batam. F-MARTUA/TANJUNGPINANG POS

Bibit Ikan Seharga Rp37 Miliar Gagal Diselundupkan Ke Singapura

Sekitar 245.102 baby lobster yang gagal diselundupkan ke Singapura oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I akhirnya dilepas di parairan Senoa Natuna, Rabu (13/3) sore oleh Lanal Ranai.

NATUNA – Prosesi pelepasan dipimpin oleh Pasintel Lanal Ranai, Mayor Laut (P) Dwi Haryanto. Prosesi ini juga disaksikan oleh perwakilan dari Lanal Batam, Pusat Karantina Ikan BKIPM – KKP, SKIPM Batam, Humas KKP dan sejumlah anggota satgas 115 serta sejumlah awak media massa.

”Ya, kita sudah melepas benih lobster sebanyak 245.102 ekor. Baby lobster ini hasil tangkapan Lanal Batam kemarin itu,” kata Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P), Harry Setyawan melalui pers rilisnya.

Pulau Senoa dipilih sebagai lokasi pelepasan benih-benih udang mahal itu karena kawasan tersebut dinilai aman sebagai habitatnya tumbuh dan berkembang biak.

”Perairan Pulau Senoa adalah salah satu kawasan konservasi di Natuna. Maka lokasi ini dipilih sebagai habitat barunya. Mudah-mudahan keberadaan lobster-lobster ini dapat menjadi sumber kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan,” ujar Kolonel Harry.

Ia menuturkan, sebelumnya udang yang harganya bisa mencapai Rp1,8 juta per kilogram ini ditangkap oleh Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Armada I TNI AL pada Selasa 12 Maret. Saat itu baby lobster tersebut hendak diselundupkan ke Singapura. Aksi penyelundupan ini berhasil ditangkap di Perairan Sugi, Batam.

Ratusan ribu benih lobster itu dikemas dalam 44 kota sterefoum dan diangkut menggunakan sea rider. Total nilai keseluruhannya ditaksir sebesar Rp37 miliar dengan harga pe rekornya Rp15.000.

”Baby lobster ini ada dua jenis yakni jenis Pasir sebanyak 235.438 ekor yang dikemas ke dalam 41 seterefoum dan jenis Mutiara sebanyak 9.664 ekor dikemas dengan 3 seterefoum. Jumlah seluruhnya ini yang kita lepas di Senoa,” terang Kolonel Harry.

Dikatakannya, prosesi pelepasan itu didukung oleh KAL Bunguran dan satu unit sea rider dari Lanal Ranai berikut awak kapal dan personelnya.

”Alhamdulillah prosesnya pelepasan baby lobster berjalan lancar, aman dan terkendali. Semuanya berhasil dilepaskan kelaut kembali dan diharapkan bisa berkembang biak,” pungkasnya.

Adapun lobster jenis pasir Rp35.315.700.000 dan per ekor Rp150.000 dan jenis mutiara Rp 1.932.800.000 atau per ekor Rp 200.000. Jumlah seluruhnya 245.102 ekor. Sehingga total yang dapat diselamatkan sebesar Rp37.248.500.000.

Baby lobster ini hendak diselundupkan lima sindikat lobster di Singapura dari Indonesia. Satu diantara bandar yang dilaporkan memodali 15 orang Indonesia. Salah satunya di Batam.

Modal yang dikeluarkan sekitar Rp500 miliar untuk 15 penyelundup dan salah satunya di Batam dengan baby lobster yang diungkap senilai Rp37 miliar.

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I sendiri, berhasil menggagalkan penyelundupan Baby Lobster di Perairan Sugi Batam.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here