26 Tahun Berjuang, Terwujud di TMMD Desa Pengudang

0
121

BINTAN – Sudah 26 Tahun ratusan warga Desa Pengudang meminta legalitas atas lahan yang mereka kuasai. Sudah lebih seperempat abad pula mereka menagih janji lahan pengganti dari investor. Pada 1991 silam, lahan warga Pengudang diganti rugi oleh investor yang mengatasnamakan PT Buana Megawisatama (BMW). Saat itu, pihak perusahaan juga menjanjikan untuk menyediakan lahan penganti.

Sejak 191, pejabat Desa Pengudang dan kepala daerah Bintan sudah beberapa kali berganti. Namun, tuntutan warga yang masuk wilayah Kecamatan Teluk Sebong, Bintan untuk mendapat lahan permukiman seperti yang dijanjikan perusahaan tidak juga terealisasi.

Karena kegigihan warga dan menunjuk 9 tokoh masyarakat setempat untuk terus melobi ditambah keseriusan Kepala Desa Pegudang, akhirnya setahun terakhir pihak perusahaan mengendur dan menjanjikan untuk merealisasikan janji mereka yang disampaikan 26 tahun silam.
“Realisasi lahan penganti ini juga tidak terlepas dari peran Pemkab Bintan yang ikut memfasilitasi beberapa kali audiensi dengan PT Buana Megawisatama,” kata Hardimansyah di sela-sela gotong royong TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-103 Kodim 0315/Bintan, Sabtu (20/10) lalu.
Hardimansyah adalah Ketua Tim 9 yang dipilih masyarakat untuk menuntut hak warga ke PT Buana Megawisatama. Ayah enam anak ini mengaku, pembangunan jalan raya oleh TMMD ke-103 ini sebagai bentuk atau wujud dari harapan perjuangan masyarakat yang sudah sangat lama mereka perjuangkan.

Menurut Hardimansyah, ada 500 KK yang berhak mendapatkan ganti rugi seperti yang diusulkan oleh tim 9 selaku utusan masyarakat. “Setelah disepakati lahan penganti seluas 100 hektare dan titiknya sudah ditentukan, akhirnya Pemkab Bintan mengusulkan ke Kodim 0315/Bintan agar lokasi lahan penganti itu dijadikan tempat kegiatan TMMD ke-103,” sebut Pria kelahiran pulau tujuh ini.

Menurutnya, proyek TMMD ini akan menguatkan lahan titik lahan penganti untuk warga. “Sekarang, 100 hektar lahan yang di alokasikan PT Buana Megawisatama langsung dibangun jalan besar oleh TMMD. Panjang jalannya 4,05 kilometer. Posisinya, persis melingkari lahan 100 hektar yang disepakati,” terangnya.

Kegembiraan warga juga terlihat dari banyaknya warga yang ikut gotong royong di pembangunan infrastruktur jalan yang diprakarsai oleh TMMD.
“Warga di sini tidak banyak. Namun sistem kekeluarganya cukup kuat. Di Desa Pengudang hanya ada 7 RT, 3 RW dan dua dusun yang lokasinya terpencar jauh. Meski, jumlah kami tidak banyak, namun hampir semua warga setiap hari dan dengan cara bergantian dengan suka cita membantu TNI membangun jalan di program TMMD ini. Ini juga sebagai bentuk dari rasa terima kasih pemuda kepada pemerintah dan TNI karena perjuangan orang tua mereka selama 26 tahun terealisasi dan didukung,” sebut Hardimansyah.

Diakui Hardimansyah, jumlah penerima lahan masih dikoreksi oleh pemerintah dan dicocokkan dengan data-data serta akan diverifikasi lagi. “Yang kami usulkan ada 500, saat ini calon penerima lahan itu sedang dikroscek,” sebutnya.

Diakui Hardimansyah, penerima lahan panganti itu memang sudah banyak yang meninggal dunia, namun ahli warisnya masih ada hingga secara admistrasi mereka tetap layak untuk menerima.

Dandim 0315/Bintan, Letkol Inf. I Gusti Bagus Putu Wijangsa mengakui jika titik pembangunan TMMD ini merupakan usulan dari masyarakat yang disampaikan lewat pemerintah Bintan.

“Titik pembangunan jalan oleh TMMD, persis mengitari lahan masyarakat yang diperoleh mereka sebagai lahan penganti dari ganti rugi. Setelah kita ikuti koordinat lahannya, akhirnya diketahui jalan yang akan dibangun sepanjang 4.050 meter. Lahan yang berupa bukit akan dipotong dan yang berbentuk rawa akan ditimbun agar jalan yang dibangun bisa digunakan masyarakat,” sebut Dandim Gusti Bagus Putu beberapa waktu lalu.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga mengapresiasi pelaksanaan TMMD ini. Nurdin Basirun dalam pembukaan TMMD Senin (15/10) lalu berterima kasih kepada pelaksanaan TMMD yang secara terus meneruis dilakukan di desa-desa. “Pembangunan infrastuktur membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial ini manfaatnya akan sangat dirasakan oleh masyarakat,” sebut Gubernur Kepri.

Menurut Nurdin, dibukanya akses jalan dari Pengudang Lama ke Pengudang Baru, tentu akan membawa manfaat bagi masyarakat karena bisa lebih mudah membawa hasil pertanian yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal yang serupa juga dikatakaan Bupati Bintan Apri Sujadi saat dialog dengan masyarakat usai pembukaan TMMD di Pengudang. “Selain menjadi batas lahan antara masyarakat dengan lahan pengusaha, akses jalan ini juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Kawasan Desa Wisata. Desa Wisata kini menjai tren baru di Bintan. Rencananya, akses jalan ini akan terhubung dengan kawasan pantai timur yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari Desa Pengudang. Daerah ini akan menjadi pendukung Bintan yang sedang mempromosikan wisata bahari,” sebut Bupati Apri Sujadi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here