265 RTLH Mulai Dikerjakan

0
107
BegInilah kondisi salah satu rumah warga yang tinggal di kawasan Teluk Keriting Tanjungpinang. f-raymon/tanjungpinang pos

Sebanyak 265 Rumah Tak Layak Huni (RLTH) mulai diperbaiki. Bantuan RTLH dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT).

TANJUNGPINANG – Pemilik Rumah tak layak huni menerima bantuan Rp15 juta. Dana Rp12,5 juta untuk membeli bahan material bangunan dan sisanya upah tukang. Sumber dananya Dana Alokasi Khusus (DAK). Dari 265 rumah ada 68 unit rumah dananya belum disalurkan. Terkait verfikasi juga sudah selesai. Pembangunan 68 rumah hanya di dua lokasi saja, yaitu 63 di Kampung Bugis dan 5 unit di Kamboja. Sisanya, sudah mulai dikerjakan.

”Dana untuk RTLH sudah masuk ke toko bangunan yang di tunjuk. Kini sedang proses pembangunan ke masing-masing warga penerima,” kata Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Pemukiman, dan Kebersihan Dinas Perkim Kota Tanjungpinang Wambok, kemarin.

Menurutnya, proses perbaikan rumah akan selesai tidak lebih dari satu bulan. Proses Pengerjaanya akan diawasi Tenaga Pendamping Lapangan (TPL) yang ditunjuk dari Satker.

Masyarakat Tanjungpinang mengharapkan agar Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang kembali menganggarkan dana untuk Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RLTH). Seperti yang telah dibuat pemerintah di zaman Gubernur Kepri HM Sani (almarhum).

Pada 2011 lalu Pemprov Kepri memproyeksikan 3.625 unit RTLH yang direhabilitasi, termasuk di Tanjungpinang.

Untuk di Tanjungpinang, masih banyak warga yang mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah tinggal mereka yang menilai tidak layak atau bahkan hampir roboh.

Salah satu rumah di kawasan Tanjungunggat, Kampung Baru, Teluk Keriting dan kawasan lainnya lagi. Bahkan belum ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD. Hanya saja, belum bisa diperbaiki karena tidak masuk program RTLH dari pemerinta pusat melalui Pemko.

”Kami hanya mengverifikasi pengajuan dari lurah-lurah. Beberapa rumah tersebut memang tidak masuk dalam pengajuan. Jika masuk pasti akan kami tinjau untuk ikut dalam verfikasi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (10/8).

Ia menuturkan, di APBD P mengajukan program pembangunan rumah. Tujuannya memberikan rumah layak huni hanya saja anggarannya lebih besar. ”Jadi program ini untuk membangun langsung utuh, tidak hanya memperbaiki seperti RTLH sekarang ini, “ tuturnya.

Direncanakan, bantuan yang diberikan yaitu Rp50 juta per unit. ”Ini masih diajukan tidak tahu apakah bisa diakomodir atau tidak,” imbuhnya.

Sambung dia, banyak warga mengharapkan agar RTLH yang sumber dananya Pemprov kembali digelar. (DESI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here