27 Bocah Terima Remisi

0
766
PARA NARAPIDANA: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, saat berbincang-bincang dengan para narapidana di Lapas kelas IIA Tanjungpinang, tahun lalu. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG

Peringatan Hari Anak Nasional

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kepri memberikan remisi terhadap 27 orang anak yang tengah menjalani hukuman.

TANJUNGPINANG – Hal itu dilakukaan berkenaan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, Minggu (23/7) kemarin. Humas Kanwil Kemenkum dan HAM Kepri Rinto Gunawan mengatakan, napi anak-anak yang memperoleh remisi tersebut, merupakan warga binaan di dua lembaga pemasyarakatan di Kepri. ”Yakni, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Batam dan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang,” kata Rinto Gunawan, Senin (24/7) di kantor Kanwil Hum dan HAM Kepri.

Kata Rinto, pada LPKA Batam ada 23 anak yang mendapat remisi. Mereka mendapat remisi berbeda beda. Ada 20 orang anak mendapat remisi satu bulan, satu orang mendapat remisi dua bulan. Ada dua anak ada mendapatkan remisi tiga dan empat bulan. Rumah Tahanan Tanjungpinang sendiri, ada empat anak mendapat remisi. Dengan rincian, tiga anak mendapat remisi satu bulan dan satu anak mendapat remisi satu bulan. Ia menyebutkan, pemberian remisi tersebut untuk meningkatkan motivasi agar anak-anak yang saat ini, sedang menjalani proses kurungan penjara, dapat mengubah jalan hidupnya ketika sudah bebas.

Baca Juga :  Lis: Tanjungpinang Bukan Pangkal Pinang

Anak-anak, bagaimana pun tetap menjadi generasi penerus bangsa mendatang. ”Pemberian remisi diharapkan untuk meningkatkan motivasi kepada anak pidana agar senantiasa berkelakuan baik selama dalam pembinaan di tahanan,” sebutnya.

Kata dia, setiap narapidana anak berhak mendapatkan remisi sebagaimana diatur dalam Pasal 34 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Remisi diberikan kepada narapidana anak yang telah memenuhi syarat. Diantaranya, ia berkelakuan baik dan telah memenuhi masa pidana lebih dari enam bulan. Sambung dia, syarat kelakuan baik tersebut telah mengikuti program pembinaan yang dengan predikat baik. Sementara itu, puncak Hari Anak Nasional di pusatkan di Riau, Pekanbaru.

Baca Juga :  Dilempar Broti, Pembalap Liar Tewas

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2017 tersebut. Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang mengenakan jaket dan kaus Hari Anak Nasional 2017 warna merah putih, tiba di Lapangan Gedung Daerah Pauhjanggi Provinsi Riau sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya disambut atraksi dari polisi cilik dan sejumlah permainan tradisional oleh anak-anak Riau. Ada sekitar 3.000 anak Indonesia hadir dalam perayaan itu.

Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak saling membully. Dia juga mengingatkan agar anak-anak lebih fokus belajar bersama. ”Anak-anak belajar. Tidak boleh membully. Harus bercita-cita setinggi tingginya. Harus dibarengi dengan belajar,” katanya.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran Covid 19, DPD KNPI Provinsi Kepulauan Riau Distribusikan 10.000 Masker Gratis untuk Masyarakat

Jokowi juga memberikan sepeda bagi seorang anak bernama Rafik. Bocah ini ditanya mengenai cita-citanya, dan hal tersebut langsung dijawab Rafik dengan cepat. ”Saya ingin jadi Youtubers pak,” kata Rafik disambut gelak tawa anak-anak lainnya. Mendengar hal itu, tak pelak Jokowi tertawa juga.

Jokowi mempersilakan anak-anak bercita-cita sesuai keinginan mereka. Namun, semua itu akan tercapai jika dibarengi dengan belajar yang keras, tanpa merasa dari keluarga manapun. ”Saya dulu anak orang susah, makanya saya belajar yang rajin. Teman belajar 2 jam, saya 4 jam. Teman belajar 4 jam saya 8 jam, tapi jangan lupa bermain. Saya main layang-layang, main kelereng saat masih kecil,” pungkas Jokowi.(RAYMON-ABAS)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here