28 Juni, Bukit Raya Kembali Berlayar

0
361
KM Bukit Raya saat berlayar di laut Natuna, belum lama ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

Sempat kandas, 40 Hari tidak layani penumpang

Masyarakat pesisir di sejumlah daerah di Kepri sangat menantikan kehadiran KM Bukit Raya melayari kampung mereka karena sudah 40 hari tidak berlayar akibat kandas menabrak batu karang di Perairan Selat Nenek Kecamatan Bunguran Barat Natuna, Jumat (28/5) lalu.

TANJUNGPINANG – KINI, kapal tersebut masih perbaikan dan satu hari lagi akan selesai. Kamis, tanggal 28 Juni nanti, kapal tersebut sudah mulai berlayar dan melayani penumpang berbagai daerah di Kepri.

Kepala cabang PT Pelni Tanjungpinang Kamaruzzaman menyampaikan, dipastikan Bukit Raya kembali beroperasi pada tanggal 28 Juni 2018. Dan dijadwalkan akan memberangkatkan para penumpang sekitar pukul 11.00 WIB.

”Sebelumnya sempat docking di PT Citra Batam,” ujar Kamaruzzaman kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

”Perbaikan dilakukan mulai 9 Juni sampai dengan 27 Juni, besok,” jelasnya.

Atas kejadian waktu itu, sebagai informasi Kamaruzzaman menceritakan para penumpang seluruhnya selamat dan berhasil di evakuasi oleh tim gabungan Polairud Natuna. Terdapat, 248 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat saat itu. Para penumpang kemudian Langsung dibawa ke salah satu hotel yang ada di kawasan Batu Hitam, Ranai, Natuna.

Sebelumnya, setelah beredar jadwal tiket KM Bukit Raya di kalangan masyarakat akan kembali melayari Natuna pada tanggal 14 Juni 2018 ternyata dibatalkan. Pembatalan dilakukan karena kondisi perbaikan lambung kapal yang bocor masih tidak memungkinkan.

Kejadian kandasnya kapal ini saat cuaca buruk. Sehingga sang kapten sulit melihat kondisi laut di depan dan tiba-tiba kapal sudah berada di lokasi karang.

Oleh warga setempat, daerah itu memang penuh mistis. Bukan satu dua kapal mengalami hal serupa di lokasi yang sama. Pihak Pelni pun meminta Pemkab Natuna untuk memasang tanda-tanda di lokasi berbahaya di laut Natuna. Sehingga kapal-kapal yang berlayar di sana tidak mengalami gangguan.

Untuk menarik kapal ini dibutuhkan balon raksasa. Namun, sempat terkendala karena kapal sudah terlalu dalam masuk ke lokasi karang. Keberuntungan berpihak kepada pihak Pelni ketika angin kencang datang. Angin tersebut menggesar kapal dari lokasi batu karang. Kapal kemudian ditarik ke pelabuhan dan dilakukan pengelasan di bagian lambung yang rusak. Selanjutnya, kapal itu ditarik ke Batam untuk perbaikan.

Kapal ini biasa melayani rute, Tanjung Priok-Blinyu-Tanjungpinang-Letung-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Pontianak-Tanjung Priok Jakarta.

Saat kejadian, Bukit Raya membawa sebanyak 208 orang, dengan 133 orang akan turun di Natuna, 14 orang ke Midai dan Serasan 16 orang dan Pontianak 1 orang. Saat mengevakuasi penumpang, PT Pelni dibantu Kesyahbandaran dan masyarakat Natuna sedang bekerja untuk memindahkan penumpang dari KM. Bukit Raya ke kapal bantuan dari Airud dan diantar ke tujuan, Pulau Natuna.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here