0
370
PARA terdakwa Ilegal Fishing yang tidur di aula kanto di Kejaksaan Negeri karena tak memiliki fasilitas penampungan yang memadai. F-ISTIMEWA

Kajari Natuna Juli Isnur mengakui, bahwa menangani terdakwa pencurian ikan (Illegal fishing) menjadi salah satu tugas beratnya selama ini.

NATUNA – Untuk menangani perkara dan terdakwa kasus pencurian ikan ini harus ada dukungan khusus. Beberapa tahun belakangan ini, Kejari Natuna banyak disibukkan dengan kasus pencurian ikan yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA).

WNA itu yang ditangkap oleh petugas dari berbagai instansi seperti TNI AL, PSDKP dan Polair Mabes Polri. ”Semua kasus susah ditangani, tapi lebih susah lagi menangani kasus pencurian ikan yang rata-rata terdakwanya WNA,” kata Kajari Isnur, pada acara Perpisahan Kasipidum Kejari Natuna di kantor Kejari Natuna, Senin (16/4) malam.

Ia merinci, ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus di atas susah ditangani yang diantaranya faktor komunikasi. Kebanyakan terdakwa WNA pencurian ikan itu berkewarganegaraan Vietnam, dan ada sebagain kecil Thailad, Laos, Miyanmar dan Malaysia.

Hal ini membuat penanganan kasus, dan pengelolaan terdakwa terkendala bahasa. Faktor kedua, jumlah perkara dan terdakwa beberapa tahun belakangan ini cukup banyak. Sehingga, intensitas kegiatan penanganan kasus di Kejari Natuna secara otomatis bertambah banyak juga. Faktor ketiga, lanjut Juli Isnur, berupa minimnya sarana pengelolaan terdakwa.

Sebab, di Kejari Natuna tidak terdapat gedung penampungan untuk terdawa tersebut karena mereka tidak boleh ditahan. Kejari Natuna terpaksa menampung mereka seadanya, tidak sedikit diantara mereka yang dipersilakan tidur di aula kantor, musala dan teras Kantor Kejari Natuna.

”Di sini banyak teman-teman dari Vietnam, mereka hanya bisa manggil kita Bod karena mereka tidak bisa melapalkan “S”. Awalnya, kita kira dia bilang kita ini bodoh. tetapi maksud mereka Bod itu adalah Bos. Jadi bapak ibu nanti jangan tersinggung kalo dipanggil Bod, itu Bos maksudnya. Dan itu lah salah satu letak susahnya,” seloroh Kajari Isnur.

Namun begitu, ia mengaku bersyukur karena tugas yang sangat berat itu selalu bisa dituntaskan bersama jajarannya. ”Tapi alhamdulillah, meskipun tugas ini sulit kami senang karena kasusnya selalu tuntas. Ini kerja keras kami di Kejaksaan terutama sekali Pak Kasipudum. Saya bangga dengan kalian semua, dan terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat Natuna yang telah mau menerima terdakwa asing ini dalam interaksi sosial sehari-hari,” pungkasnya. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here