3.000 Karyawan Bekerja di KEK Bintan

0
656
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun meninjau sejumlah proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Kabupaten Bintan, Senin (9/1) kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

BINTAN – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Kabupaten Bintan mulai menggeliat dan menjadi kawasan ekonomi baru. Meski masih tahap pembangunan, namun sudah banyak sumber penghidupan masyarakat di sana. Untuk tahap pembangunan saja, pengelola KEK itu sudah mempekerjakan 2.000 hingga 3.000 orang karyawan.

Bahkan, mereka juga memprioritaskan pekerja lokal. Hal ini sesuai permintaan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Bupati Bintan H Apri Sujadi. Untuk memastikan progres pembangunan di KEK itu berjalan lancar, Nurdin Basirun pun melakukan peninjauan ke lokasi, Senin (9/1) kemarin.

Gubernur mengatakan, proyek-proyek pembangunan yang ada juga harus memiliki dampak positif seperti terjaganya lingkungan sekitar, memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah serta meningkatkan roda perekonomian.

”Kita tekankan sekali lagi bahwa anak-anak daerah harus mendapatkan tempat di sini. Segala bentuk pembangunan masyarakat setempat harus ikut andil dan menjadi prioritas,” tegas Nurdin saat meninjau pembangunan yang dilakukan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang, Gunung Kijang, Bintan, kemarin.

Gubernur juga mengatakan, segala pembangunan membutuhkan kerja sama semua komponen. Hal ini untuk membantu daerah agar terus berkembang, salah satunya menyerap banyak investor untuk terus mendorong meningkatnya investasi. ”Untuk itu negara hadir di tengah-tengah masyarakat bersama-sama untuk mendorong investasi,” ujar Nurdin.

Adapun berbagai lokasi yang ditinjau Nurdin antara lain pembangunan alur laut dan DAM, pembangunan jalan juga meninjau pengerjaan resort BintanVista serta meinjau pembangunan gedung pelayanan terpadu di lokasi tersebut.

”Kedatangan kami kemari adalah untuk meninjau sejauh mana progres pembangunan serta mencari berbagai kendala yang jika itu ada kita segera bantu selesaikan agar proses pembangunan tidak terkendala dan terhambat,” ujar Nurdin lagi.

Sementara itu, Manager PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni mengatakan, pihaknya saat ini terus menggesa berbagai proyek pembangunan. Untuk pemberkasan dan perizinan juga sudah terus digesa untuk diselesaikan.

Tahun 2018 ini secara bertahap beberapa proyek sudah bisa dikerjakan seperti pembangunan DAM, Alur Laut, pembangunan pelabuhan, pembangunan jalan, drainase, gorong-gorong juga jembatan. ”Hingga saat ini 2 hingga 3 ribu orang pekerja sudah kita kerahkan dan memprioritaskan tenaga kerja asli daerah,” ujar Santoni.

Di akhir peninjauannya, Nurdin mengatakan bahwa pihak pemerintah akan terus bersama membantu berbagai aspek pembangunan seperti Dinas PU untuk bantu pembangunan jalan serta berbagai perizinan juga tidak akan dipersulit, tentu semua itu dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Laut Harus Terjaga
Gubernur ingin Kepri yang 96 persen daerahnya adalah laut harus dapat menonjolkan potensi pariwisata. Untuk itu banyak syarat yang harus dipenuhi salah satunya dengan menjaga keadaan laut agar tetap bersih baik dari sampah laut maupun limbah minyak.

”Nanti kita akan rutin berkeliling di sekitaran laut di sini agar dapat menjaga laut kita,” ujar Nurdin saat meninjau sejumlah pembangunan proyek di PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang, Gunung Kijang, Bintan, Selasa (9/1).

Hal tersebut dilakukan Nurdin bukan tanpa alasan. Nurdin ingin dengan terjaganya laut di Kepri tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan namun juga mengundang datangnya investor.

”Selain tujuan utamanya adalah menjaga ekosistem bahari kita tentu juga kita ingin kerja sama semua pihak dalam membangun Kepri, salah satunya dengan adanya investor,” lanjut Nurdin.

Tak henti-hentinya Gubernur selalu menegaskan apapun yang menjadi prospek pembangunan haruslah bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah SDM daerah. Nurdin ingin ke depan dalam mengoperasikan resort haruslah sebagian besar anak daerah yang dipekerjakan. ”Kita yakin anak-anak muda kita punya potensi untuk ikut serta dalam pembangunan,” tegas Nurdin.

Rencananya pada lokasi milik PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) ini salah satunya akan dibangun resort yang tepat berada di kawasan Pantai Lola dengan nama Bintan Vista Resort.

Resort yang dibangun di lahan seluas 70 Ha ditargetkan bulan Februari mendatang akan selesai dan bisa digunakan. ”Lahan sendiri telah kita kembangkan seluas 35 Ha, nantinya akan menampung sebanyak 127 kamar, kita minta kesediaan Pak Gubernur untuk meresmikannya pada Februari nanti,” ujar Project Manager Resort Andriyanto.

Nurdin memberikan saran kepada pihak resort agar dalam penyajiannya nanti dapat menonjolkan kebudayaan daerah seperti tari persembahan juga ornamen musik-musik Melayu ditampilkan. Selain untuk menjadi ciri khas resort juga agar lebih mengenalkan budaya daerah kepada para wisatawan. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here