3.200 Anak Pendek di Tanjungpinang

0
288
Tim medis dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang saat melakukan pengukuran tinggi badan salah satu balita. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Jumlah kasus stunting (anak pendek) di Tanjungpinang tergolong tinggi . Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang angka stunting pada balita di Kota Tanjungpinang sesuai hasil riset kesehatan dasar adalah berkisar 19-20 persen, masih jauh di bawah angka nasional 30-40 persen.

Namun, kalau dikonversikan dalam jumlah anak, angkanya cukup signifikans yaitu sekitar 3.200 anak. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kota Tanjungpinang Rustam kemarin.

”Dinkes dan PPKB Kota Tanjungpinang bertekad mengendalikan angka balita pendek dan sangat pendek atau yang dikenal sebagai stunting,” kata Rustam kemarin.

Kata Rustam, stunting (pendek) sendiri adalah merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis atau infeksi kronis maupun berulang dimulai pada 1000 hari pertama kehidupan, yang ditunjukan dengan nilai Z-Score tinggi badan menurut Umur (TB/U) kurang dari 2 SD satndart baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) tahun 2015. ”Angka stunting perlu dikendalikan karena dalam jangka panjang dapat memiliki dampak buruk pada anak,” kata Rustam.

Dampak buruknya, sambung Rustam menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar. Kemudian, bisa menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua. Serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi. ”Pengukuran tinggi badan anak untuk mengidentifikasi adanya stunting,” tegasnya.

Ditegaskan Rustam, anak stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, meliputi genetik atau keturunan, kelainan kromosom atau sindrom tertentu, penyakit kronis, gangguan gizi selama kehamilan. Atau, disebabkan gangguan gizi selama bayi dan balita, disprivasi psiko-sosial atau masalah pengadaan pangan dalam keluarga dan keadaan lingkungan sosial anak tersebut bertumbuh dan berkembang.

Saat disinggung, langkah-langkah Dinkes dalam mengendalikan stunting? Menurut mantan pejabat Pemprov Kepri ini ada beberapa strategi. Pertama, upaya pada tingkat keluarga. Upaya perbaikan yang perlu dilakukan pada tingkat keluarga dan masyarakat. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here