3.442 Mobil Mewah Padati Pelabuhan Lobam

0
809
Mahasiswa yang tergabung dalam PMII saat demo di kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang, Rabu (2/1/2019).

TANJUNGPINANG – Mobil Mewah buatan Eropa memadati pelabuhan lobam sejak 21 Desember lalu. Mobil-mobil baru buatan Jerman itu, rencananya akan dibawa ke Australia. Hanya saja, sebelum sampai tujuan mesti dilakukan fumigasi atau pembersihan kuman untuk terjaminannya kesehatan dan keamanan kendaraan tersebut. Lokasi pembersihan hamanya di PT BOMC Lobam.

Karena ada yang ganjil dengan keberadaan mobil itu, hingga pada Rabu (2/1/2019) sejulah mahasiswa yang tergabung dalam Penggerak Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demo di Bea Cukai Tanjungpinang, karena wilayah Lobam masih merupakan tanggungjawab pihak bea dan Cukai Tanjungpinang.

Baca Juga :  Daerah Maritim, Tetap Produksi Padi

Kepala Seksi Penyuluhan dan informasi Bea cukai Tipe B Tanjungpinang, Oka Ahmad Setiawan mengatakan, pihaknya menjamin bahwa mobil itu tidak akan ada yang bisa keluar dari kawasan FTZ dan pihaknya terus melakukan pengawasan saat aktivitas pembongkaran dan pemuatan kembali mobil-mobil mewah itu ke vesel yang mengangkutnya.

Menurut, Oka Ahmad Setiawan tidak ada wewenang Bea dan Cukai untuk melarang pembongkaran barang di kawasan FTZ itu apalagi pihaknya sudah disurati oleh pihak BP kawasan Bintan tentang aktivitas tersebut.
“Sesuai jadwalnya, aktivitas Fumigasi atau pembersihan hama itu dari 21 Desember sampai 10 Januari,’ sebutnya.

Baca Juga :  Ayo Sikat Birokrasi yang Mempersulit

Disinggungnya pula, tidak ada bea masuk pada barang yang transit tersebut.
“Pemasukannya hanya dari badan surveyer seperti scopindo dan biaya labuh serta biaya penggunaan kawasan FTZ. Namun, untuk retribusi untuk negara yang dipungut bea cukai tidak ada karena barangnya untuk untuk beradar di wilayah kita,” sebutnya.

Piham PMII sempat mencurigai sebagian mobil itu bakal keluar dari wilayah FTZ dan aktivitas fumigasi mobil-mobil mewah dikhawatirkan akan berddampak pada lingkungan.

“Kami sudah menyurati KPK, Polri, Kejaksaan Agung meminta untuk mengusut tuntas perkara ini,” sebutnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here