3.622 Nelayan Diasuransikan Pemkab

0
455
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan kartu asuransi kepada perwakilan nelayan di rumah kediamannya, Kamis (4/1) kemarin dengan disaksikan sejumlah pejabat Pemkab Karimun. F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – BUPATI Karimun Aunur Rafiq menyerahkan kartu ansuransi kepada 3.622 nelayan, Kamis (4/1). Penyerahan dilakukan di rumah kediaman bupati dan disaksikan Kadis Kelautan dan Perikanan Rufindi dan Kabag Humas Eko Riswanto.

Kartu asuransi ini diberikan untuk jaminan keselamatan bagi nelayan beserta keluarganya. Pada tahun 2016 lalu, yang menerima asuransi tersebut sebanyak 845 jiwa.

Tahun ini diberikan untuk 3.622 dengan rincian Kecamatan Karimun berjumlah 334 jiwa, Meral Barat 186, Tebing 233 jiwa, Meral 235, Kundur 131, Kundur Utara 111, Kundur Barat 185, Ungar 161, Belat 131, Moro 1.158, Buru 389 dan Durai 368.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, total nelayan di Kabupaten Karimun 12.577. Untuk kategori penerima asuransi itu terbagi dua, untuk nelayan-nelayan (pemilik kapal) sebanyak 6.370.

Kemudian nelayan yang berstatus buruh atau harian lepas sebanyak 6.207. Asuransi yang diterima nelayan, pembayarannya setahun sekali. Untuk tahun pertama, dibayarkan pemerintah selanjutnya dibebankan ke masing-masing nelayan. Biaya asuransi Rp 175 ribu per tahun.

Pada kesempatan itu, Rafiq mengingatkan pentingnya keselamatan ketika melaut. ”Rencana ke depan, nelayan akan diarahkan membuat sistem managemen pengelolaan keuangan nelayan,” terang Rafiq.

Sehingga, hasil nelayan sekali melaut baik perbulan bahkan per tahun dapat diketahui dan penggunaan keuangan hasil melaut tepat sasaran. Ketua Himpunan Nelayan Meral Atan mengatakan, Pemerintah Daerah harus menjadi jembatan penyelesaian perselisihan hak nelayan dari setiap aktivitas perusahaan di Karimun.

Dimana, aktivitas perusahaan berdampak kepada pendapatan nelayan. Ia mencontohkan, beberapa nelayan sampai hari ini masih ada yang belum mendapat kompensasi dari PT GRM di Meral. ”Penyelesaian konflik nelayan dengan pihak perusahaan hingga kini tidak kunjung selesai sampai hari ini,” sebut Atan.

Menurut Atan, dengan adanya kasus perselisihan dengan PT GRM yang tidak selesai, maka dikhawatirkan jika ada kasus yang sama juga tidak akan selesai. Ia berharap, pemerintah bisa membantu penyelesaian perselisihan itu.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here