300 Guru TPQ Ujian Sertifikasi

0
1656
RATUSAN guru TPA-TPQ Tanjungpinang mengikuti ujian sertifikasi di Aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7). F-istimewa

TANJUNGPINANG – Ratusan guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ) Tanjungpinang mengikuti ujian sertifikasi di Aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7).

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza membuka secara resmi kegiatan itu. Ujian sertifikasi akan berlangsung selama tiga hari, mulai terhitung Rabu (25/7) sampai berakhir, Jumat (27/7). ”Ada 300 guru TPA/TPQ yang ikut tes sertifikasi tahun 2018 ini,” kata Raja Ariza kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ada enam orang yang sudah tergabung di tim penguji sertifikasi guru TPA/TPQ. Mereka berasal dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang.

Ketua Tim Penguji Sertifikasi TPA/ TPQ, Imam Subekti mengatakan, ada empat kemampuan yang harus dimiliki guru TPA/TPQ yang akan diuji oleh tim penguji.

Baca Juga :  Tunjangan Guru Anambas Tertinggi

Pertama, penguji akan menguji kemampuan guru TPA/TPQ menulis surat-surat pendek dalam Alquran, yaitu 30 juz. Penguji akan memberikan soal ke guru-guru TPA/TPQ yang berkaitan dengan menulis surat-surat pendek dalam Alquran. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan guru TPA/TPQ untuk menulis surat-surat pendek dalam Alquran.

Kedua, penguji akan mendengar kemampuan guru TPA/TPQ saat membaca Alquran dengan benar sesuai ilmu tajuit. Sehingga saat menjadi guru TPA/TPQ menyalurkan ilmu membaca Alquran ke siswanya, sudah baik dan benar berdasarkan ilmu tajuit.

Baca Juga :  Fokus Bangun SD dan SMP

Ketiga, penguji ingin tahu sejauh mana guru TPA/TPQ untuk menghafal surat pendek dalam Alquran.

”Nanti kita berikan nilai sesuai kemampuan guru TPA/TPQ. Pasti ada yang lulus dan tidak lulus saat uji sertifikasi ini,” sebut Imam Subekti.

Raja Ariza menambahkan, guru TPA/TPQ harus memiliki kemampuan dasar saat mengajar dan berbagi ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Kata dia, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam proses pendidikan. Mulai dari mentransfer ilmu pengetahuan dengan metodologi tertentu. Artinya, bisa mencerdaskan kemampuan otak si anak untuk menangkap ilmu yang didapat dari guru tersebut.

Kemudian, lanjut Raja, yang lebih penting adalah mendidik anak mulai dari mengajarkan hingga memberikan etika anak yang baik. Selain itu, guru harus bersikap baik serta sopan di depan peserta didik. Agar prilaku baik guru tersebut bisa ditiru peserta didiknya.

Baca Juga :  Bekali Keahlian Siswa Disabilitas

Ia berharap, guru bisa mengembangkan ilmu, bagaimana mampu bisa membaca Alquran berdasarkan ilmu tajuitnya, panjang pendek hingga tahu artinya. ”Kita harap ke depan lebih banyak lagi generasi yang tahu terhadap ilmu Alquran,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here