300 Ribu Lobster akan Dilepaskan

0
163
PELEPASAN benih lobster yang sebelumnya juga dilakukan belum lama ini. f-istimewa
Sebanyak kurang lebih 300 ribu ekor benih lobster hasil tangkapan Fleet One Quick Respons (F1QR), atau Reaksi Cepat Koarmada I Lanal Batam akan dilepaskan kembali ke laut di Pulau Senoa, Kabupaten Natuna.

NATUNA – Rencananya, nanti akan dilepas oleh Tim Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) bersama Pemkab Natuna dan Lanal Ranai.

”Ada sekitar 300 ekor benih lobster dibawa, dengan menggunakan pesawat Susi Air dan dikawal oleh Tim Karantina Perikanan dan satu orang Perwira Lanal Batam,” kata Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, SE kepada sejumlah media, Kamis (21/3).

Ia menyebutkan, dipilih perairan Pulau Senoa sebagai lokasi pelepasan benih-benih udang mahal itu karena kawasan tersebut dinilai aman sebagai habitatnya tumbuh dan berkembang biak.

”Perairan Pulau Senoa adalah salah satu kawasan konservasi di Natuna, maka lokasi ini dipilih sebagai habitat barunya. Mudah-mudahan keberadaan lobseter-lobster ini, dapat menjadi sumber kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan,” ujar Kolonel Harry.

Ia menuturkan, sebelumnya ratusan ribu benih udang ini ditangkap oleh Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Armada I TNI AL pada Selasa 12 Maret, kemarin.

Saat itu, benih lobster tersebut hendak diselundupkan ke negara tetangga.

Benih Lobster sebanyak 36 kotak sterofoam coolbox, 1 kotaknya berisi 43 kantong plastik, 33 kotak sterofoam (1.426 kantong plastik) jenis pasir sejumlah 295.236 ekor, 3 kotak sterefoam (57 kantong plastik) jenis mutiara sejumlah 9.118 ekor dengan Jumlah total keseluruhan 304.354 ekor.

”Jika ditotalkan estimasi penyelamatan SDI, untuk jenis baby lobster Pasir dan benih lobster jenis mutiara senilai Rp46 miliar. Semuanya itu akan dilepasliarkan di sekitar Pulau Senoa,” ungkapnya.

Sementara Bupati Natuna Hamid Rizal, turut melepaskan ratusan ribu ekor benih lobster.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Natuna, khususnya nelayan untuk bisa menjaga benih lobster yang dilepasliarkan kembali ini.

Hal ini agar benih yang dilepasliarkan bisa berkembang biak, dan bisa menjadi mata pencaharian masyarakat juga nantinya.

”Kita meminta kepada Masyarakat Natuna, untuk bersama-sama menjaga kelestariannya. Karena jika sudah besar nanti dan berkembang biak, dan masyarakat juga yang diuntungkan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, kepada masyarakat agar jangan pernah mencoba menangkap lobster yang ukurannya masih kecil dan sedang bertelur.

Karena, hal itu jelas melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

”Penangkapan benih lobster dan lobster bertelur jelas melanggar hukum. Makanya kita lepaskan benih ini, harus kita menjaganya agar bisa berguna bagi Natuna ke depannya nanti,” tandasnya.

Rabu (13/3) pekan lalu, sindikat lobster di Singapura mencoba menyeludupkan baby lobster dari Indonesia dan berhasil digagalkan.

Satu diantara bandar, dilaporkan memodali 15 orang Indonesia dan salah satunya di Batam.

Diketahui, modal yang dikeluarkan sindikat asal Singapura itu menggelontorkan biaya Rp500 miliar untuk 15 penyeludup dan nilai lobster Rp37 miliar.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here