35 TKI Asal Malaysia Diamankan

0
814
AMANKAN: Petugas Lantamal IV saat mengamankan TKI asal Malaysia.f-istimewa/humas lantamal IV tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Upaya pengiriman TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Malaysia menuju Indonesia berhasil diamankan oleh Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal IV setelah sempat kejar-kejaran di tengah laut, Kamis (16/6). Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R.Eko Suyatno mengatakan, pada pukul 01.15 Satgas intelijen Barelang 17 dan unsur Kal Mapor yang sedang melaksanakan patroli laut di sekitar perairan Karang Galang Tanjunguban. Sekitar pukul 02.00 melihat satu buah speedboat dengan kecepatan tinggi tanpa lampu navigasi, tim WFQR IV curiga dengan gelagat tersebut selanjutnya tim melaksanakan pengejaran dan di perairan Lobam Laut dapat menghentikan dan menangkap serta nengamankan speedboat tanpa nama tersebut.

Selanjutnya tim WFQR Lantamal IV melaksanakan pemeriksaan dan ditemukan 35 orang penumpang yang terdiri dari laki-laki 28 orang, perempuan dewasa 6 dan anak perempuan berumur 3 tahun. Danlantamal menyebutkan, seorang serta tekong yang berinisial R (48) dan 3 orang Anak Buah Kapal (ABK). Informasi dari tekong bahwa mereka berangkat dari Johor Malaysia pukul 23.00 waktu Malaysia menggunakan speed ukuran 45 kaki dan lebar 3 meter bermesin Yamaha 200 PK 2 unit.

Baca Juga :  Duh.. Murid TK Dua Kali Dicabuli di Bintan, Pelakunya Tak Ketahuan

”Seluruh barang bawaan ke 35 orang TKI tersebut tidak luput dari pemeriksaan Tim WFQR IV, karena disinyalir TKI ilegal yang berangkat dari Malaysia membawa barang-barang terlarang seperti narkoba namun sampai saat ini belum kita temukan,” sebutnya. Keberhasilan ini merupakan kerja sama yang erat antara Tim Intelijen Satgas Intel Barelang-17 Bintan dan Tim WFQR IV Kal Mapor dalam melaksanakan pengamanan perairan Kepri.

Danlantamal menyebutkan, mereka sudah memprediksi bahwa akan banyak kegiatan ilegal seperti masuknya TKI ilegal pengirimannya dilakukan secara ilegal oleh orang-orang yang sengaja mencari keuntungan dengan memanfaatkan kelengahan petugas apa lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang ini.

Baca Juga :  Semua Gajinya di DPRD Dibagi ke Warga

”Namun kita sudah antisipasi,” ujar mantan Komandan Pasukan Katak itu. Nani salah satu penumpang speedboat menyebutkan, mereka berangkat dari Malaysia membayar 600 ringgit. Dari sana lewat semak semak, pulang untuk melihat anak dan berlebaran bersama saudara.

”Sudah empat tahun kerja dan ikut suami di Malaysia,” ungkapnya. Sementar tekong Rusli menjelaskannya, satu orang dirinya mendapat upah sebesar Rp 80 ribu, para TKI ini rencananya diantar ke Batam.

”Dalam bulan ini, sudah tujuh kali membawa TKI,” ujarnya. Sampai saat ini barang bukti seperti kapal jenis speedboat dan ke 35 TKI dikawal menuju Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjunguban untuk pemeriksaan lebih lanjut. (cr27)Danlantamal menyebutkan, mereka sudah memprediksi bahwa akan banyak kegiatan ilegal seperti masuknya TKI ilegal pengirimannya dilakukan secara ilegal oleh orang-orang yang sengaja mencari keuntungan dengan memanfaatkan kelengahan petugas apa lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang ini.

Baca Juga :  Menkeu Tegaskan, Kades Tersangka, DD Disetop

”Namun kita sudah antisipasi,” ujar mantan Komandan Pasukan Katak itu. Nani salah satu penumpang speedboat menyebutkan, mereka berangkat dari Malaysia membayar 600 ringgit. Dari sana lewat semak semak, pulang untuk melihat anak dan berlebaran bersama saudara.

”Sudah empat tahun kerja dan ikut suami di Malaysia,” ungkapnya. Sementara tekong Rusli menjelaskannya, satu orang dirinya mendapat upah sebesar Rp 80 ribu, para TKI ini rencananya diantar ke Batam.”Dalam bulan ini, sudah tujuh kali membawa TKI,” ujarnya. Sampai saat ini barang bukti seperti kapal jenis speedboat dan ke 35 TKI dikawal menuju Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjunguban untuk pemeriksaan lebih lanjut. (cr27)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here