35 Ton Sampah Diangkut dari Pantai Tanjunguma

0
134
SEKDA Kota Batam, Jefridin saat goro pembersihan Pantai Tanjunguma, Batam, Minggu (17/3). F-HUMAS PEMKO/istimewa

BATAM – Pantai Tanjunguma, dibereskan Pemko Batam melalui gotong royong. Daerah yang dimasukkan Pemko Batam sebagai wilayah pariwisata itu, dibersihkan, terutama pantainya. Saat goro, pegawai Pemko yang turun ke lokasi, mengumpulkan sekitar 35 ton sampah. Sampah yang diangkut itu, kebanyakan sampah plastik.

Saat goro itu, Sekda Batam, Jefridin ikut serta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie, Minggu (17/3). Plastik-pastik yang dikumpulkan, kemudian diangkut. Gotong royong di Tanjunguma ini diikuti lebih kurang 1.500 orang. Terdiri dari pegawai Pemerintah Kota Batam, personel TNI, kepolisian, pihak swasta, organisasi pecinta lingkungan, pelajar, dan masyarakat.

”Sampah yang kita angkut ada sekitar 35 ton. Dan hampir seluruhnya sampah jenis plastik,” kata Herman.

Menurutnya ada beberapa faktor utama sampah menumpuk di lokasi tersebut. Pertama karena pantai ini menjadi tempat bermuaranya sampah yang dibuang sembarang di parit sekitar Jodoh-Nagoya. Kemudian kesadaran masyarakat sekitar yang masih rendah sehingga membuang sampah langsung ke perairan.

”Jadi selain melaksanakan gotong royong, hal terpenting dalam penyelesaian masalah sampah ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Kalau setiap orang sadar, paling tidak sampahnya akan berkurang,” ujarnya.

Herman mengatakan Batam sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Namun belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Dan saat ini Pemerintah Kota Batam sedang merancang Peraturan Walikota mengenai penggunaan sampah plastik. Tujuannya mengendalikan penggunaan plastik di Kota Batam.

”Perda tetap kami intensifkan yustisinya. Perwako untuk pengendalian kami siapkan,” tuturnya.

Ia mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tingkat Kota Batam tahun 2019. Rangkaiannya sudah dilaksanakan sejak Februari lalu. Dari workshop lingkungan hidup, penanaman bakau, hingga gotong royong muara sungai di Bengkong bersama Polda Kepri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here