36 Warga Kena HIV-AIDS

0
444
Rustam

Jumlah pengidap HIV-AIDS di Tanjungpinang terus bertambah. Dalam tiga bulan (Januari-Maret) ini ditemukan 36 penderita baru. Di antaranya 25 pengidap HIV positif, 11 penderita AIDS. Dan, ada tiga orang yang meninggal.

TANJUNGPINANG – Hal ini diungkapkan Rustam, SKM, M. Si, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang. ”Pemerintah terus berusaha untuk menekan angka penderita penyakit HIV/AIDS dengan berbagai program kerja,” kata Rustam, kemarin.

Menurutnya, tahun 2017 yaitu ada 28 pengidap HIV positif, 17 penderita AIDS dan 12 orang meninggal dunia. Dua diantara 25 pengidap HIV yang ditemukan merupakan ibu yang sedang hamil.

Angka pengidap HIV selama periode Januari – Maret 2018 tersebut diperoleh dari 1.810 warga yang mengikuti konseling dan testing sukarela. 846 orang diantaranya merupakan ibu hamil.

Pengidap HIV positif tahun 2018 sebanyak 17 orang berjenis kelamin laki- laki dan 8 orang berjenis kelamin perempuan. Satu orang berumur di bawah 4 tahun, 2 orang berusia 15-24 tahun, 21 orang berusia 25-49 tahun dan 1 orang berusia di atas 50 tahun. Sambung dia, di lihat dari faktor resikonya, maka 2 orang merupakan WPS, 5 orang Lelaki Seks Lelaki, 5 orang pasangan risti, 10 orang lelaki resiko tinggi, 2 orang ibu hamil dan 1 anak balita.

Melihat peta distribusi pengidap HIV berdasarkan faktor resiko tersebut maka terlihat bahwa penularan melalui hubungan seks merupakan penyebab dominan kejadian HIV di Kota Tanjungpinang

”Untuk itu, salah satu upaya pencegahan kejadian HIV yang penting untuk dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi kepada komunitas resko tinggi dan resiko rendah untuk berperilaku seks yang aman,” tegasnya

”Kemudian, tidak melakukan seks di luar pernikahan dan setia kepada pasangan sah merupakan langkah bijak untuk menghindari tertular HIV,” tegasnya.

Sambung dia, bagi yang sudah ditemukan positif, maka dinkes akan memfasilitasi pelayanan yang sebaik-baiknya sesuai kebutuhan pasien. ”Layanan kita untuk terapi HIV dan infeksi opportunistiknya sudah cukup memadai. Demikian juga dukungan ketersediaan obat sangat mencukupi,” ujarnya.

Masih kata Rustam, karena itu kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengakses layanan seawal mungkin agar diketahui statusnya positif atau negatif. Terutama bagi kita yang sadar pernah memiliki riwayat perilaku beresiko.

”Bagi ibu yang sedang hamil, test HIV Ini sangat penting untuk me mulai terapi ARV bila positif, agar bayi yang dilahirkannya nanti terhindar dari penularan HIV,” tegasnya.

Ditegaskan Rustam, dengan adanya program pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, bila ada ditemukan ibu hamil menderita HIV/AIDS, maka pemerintah segera mengambil tindakan, supaya bayinya, saat lahir nanti tidak tertular HIV/AIDS dari ibunya. Ia juga berharap agar masyarakat menerima bagi masyarakat yang menderita HIV/AIDS dilingkungan masyarakat.

”Penderita HIV tetap kita kasih obatnya agar tetap kebal terhadap penyakitnya,” tegasnya. Sambung dia, selain HIV/ADIS disebabkan karena hubungan seksual yang ganti-ganti, juga disebabkan narkoba dan ganti-ganti suntik penguna narkoba.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here