37 Orang Masuk Lewat Pelabuhan Tikus

0
84
TKI ilegal asal Malaysia yang diamankan Polda Kepri. f-martua/tanjungpinang pos

TKI Ilegal Asal Malaysia Diselundupkan ke batam

Pelabuhan tikus di Kepri khususnya di Batam menjadi sasaran utama para pelaku untuk menyelundupkan berbagai jenis barang termasuk menyelundupkan manusia seperti pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri secara ilegal.

BATAM – NAMUN, Polda Kepri berhasil melakukan penindakan terhadap tindak pidana TKI ilegal yang tiba dari Malaysia tersebut. Mereka diamankan bersama dua penampung yang menjemput dari Pelabuhan Tanjung Sengkuang, Batam. Jumlah TKI ilegal yang diamankan 37 orang.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Dirreskrimum Polda, Kombes Pol Hernowo Yulianto, Selasa (12/3) menyampaikan hasil pengungkapan itu. Disampaikan jika para TKI itu datang dari Malaysia menuju Batam, lewat jalur ilegal atau nonprosedural.

Dibeberkan Erlangga, TKP di Halte depan Legenda Malaka, Batam Kota, Senin (11/3), sekitar pukul 23.30 WIB. Tersangka membawa dan menampung TKI atau Pekerja Migran Ilegal (PMI) dari Malaysia. ”Pulang melalui jalur non prosedural atau pelabuhan tikus,” katanya.

Pertama, TKI yang diamankan sebanyak 18 orang. Diamankan juga bersama seorang pengemudi minibus. Ketika itu mereka diketahui baru saja bergerak dari lokasi persinggahan di perairan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam.

Direncanakan, mereka akan dibawa ke sebuah tempat penampungan sebelum akhirnya dikirim kembali ke tempat asal mereka. Namun rencana itu batal, setelah aparat mengamankan kendaraan minibus BP 7046 DC yang memuat korban penyeludupan manusia atau people smuggling.

Dari sopir dan korban penyeludupan manusia itu, dilakukan pengembangan oleh anggota Subdit IV Polda Kepri dan berhasil mengamankan satu orang pengurus atau penampung di perumahan Bukit Raya Batam Center.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan kembali, hingga diamankan 19 orang diduga korban people smuggling dan satu orang penampung di Perumahan Taman Batara Raya, Batam Kota.

Dari keterangan para korban, mereka adalah PMI yang pulang dari negara Malaysia menuju ke Pantai Tanjung Sengkuang Batam-Indonesia, dengan menggunakan speedboat melalui jalur jalur tikus. Mereka dipungut biaya bervariasi, tergantung wilayah tempat asal. Namun ada yang Rp2 juta, 4 juta dan 5 juta.

Sementara para korban, ada dari NTB, Bengkulu, Karawang dan Sulteng. ”Mereka dipungut biaya sekitar Rp5 juta. Rata-rata lah sekitar itu. Tiap orang beda, tergantung kampungnya,” sambung Erlangga.

Dibeberkannya, sopir yang diamankan, berinisial M selaku sopir kendaraan minibus BP 7046 DC. Kemudian, penampung berinisial MR alias E dan MM alias M selaku penampung. MR dan MM sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

”Sementara 37 TKI ilegal sebagai korban,” imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan, satu unit mobil minibus warna silver, satu unit HP Nokia warna biru, satu unit HP Nokia warna biru, satu unit HP Nokia warna merah maron, tiga lembar tiket pesawat Lion Air.

”Sementara kapal speedboat yang digunakan untuk membawa korban dari malaysia belum ditemukan,” imbuhnya.

Para pelaku, dikenakan pasal 120 undang-undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman 15 tahun penjara.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here