37 Sekolah Terima Penghargaan Adiwiyata

0
347
GUBERNUR dan Wakil Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan H Isdianto foto bersama guru dan kepala sekolah peraih Adiwiyata Kepri 2018 di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (10/12). F-istimewa/humas pemprov kepri

Hadiah Diserahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri

Sebanyak 37 sekolah dari berbagai kabupaten/kota di-Kepri mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Kepri tahun 2018, Senin (10/12) kemarin. Atas prestasi tersebut, Pemprov memberikan penghargaan piala dan uang pembinaan.

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Wakil Gubernur Kepri Kepri H Isdianto secara langsung menyerahkan penghargaan baik piala dan uang penghargaan kepada masing-masing perwakilan dari setiap daerah.

Dua kabupaten dan kota sama-sama unggul menoreh penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata yakni Kabupaten Karimun 10 sekolah dan Kota Tanjungpinang 10 sekolah.

Diikuti Kabupaten Lingga sebanyak 7 sekolah, Kabupaten Natuna sebanyak 4 sekolah, Kabupaten Bintan sebanyak 3 sekolah, Kabupaten Anambas sebanyak 2 sekolah dan Kota Batam hanya 1 sekolah.

”Kita semua berpestasi, maka saya berharap, 2019 seluruh sekolah menjaga lingkungan yang hijau. Mengedepankan go green di sekolah,” jelas Nurdin usai menyerahkan penghargaan Adiwiyata di Hotel CK Tanjungpinang, kemarin.

Tak lupa juga Nurdin Basirun mengajak para pelajar di Kepri harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar yang nyaman.

”Terutama ruang belajar yang yang adik-adik tempati, demi kenyamanan dalam pembelajaran. Sehingga ilmu yang dipelajari di sekolaht dapat terserap dengan baik,” ujar Nurdin.

Untuk itu, Nurdin berharap agar program ini tidak hanya berhenti di sekolah saja, namun dapat terus diaplikasikan di dalam setiap lini kehidupan, baik di tingkat keluarga juga lingkungan masyarakat umum.

”Terus budayakan hidup sehat, karena lingkungan yang sehat tersebut bukan hanya untuk kita namun harus berjangka panjang untuk para generasi penerus,” lanjut Nurdin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yerri Suparna dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan program Adiwiyata tingkah sekolah merupakan bentuk peningkatan dan kesadaran serta tanggung jawab bagi seluruh warga sekolah untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

”Apresiasi kami berikan kepada sekolah-sekolah yang telah ikut berpartisipasi dalam program ini dengan baik dan sesuai pedoman yang berlaku,” ujar Yerri.

Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah (siswa, guru) dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghidarkan dampak lingkungan yang negatif.

Dalam implementasinya Kementerian Negara Lingkungan Hidup berkerjasama dengan para stakeholders menggulirkan Program Adiwayata ini dengan harapan dapat mengajak warga sekolah dapat melaksanakan proses belajar mengajar materi lingkungan hidup dan turut berpartisipasi melestarikan dan menjaga lingkungan hiudup di sekolah dan sekitarnya.

Kata Adiwiyata berasal dari 2 kata Sansekerta yakni ‘Adi’ dan ‘Wiyata). Adi mempunyai makna besar, agung, baik, ideal atau sempurna. Wiyata mempunyai makna tempat dimana seseorang menedapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial.

Bila kedua kata tersebut digabungkan secara keseluruhan Adiwiyata, mempunyai pengertian atau makna ‘Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita- cita pengembangan berkelanjutan.

Tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan utama Program Adiwiyata adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.

Dalam mewujudkan Program Adiwiyata telah ditetapkan beberapa indikator
A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan.
B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan.
C. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif.
D. Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah.

Di Tanjungpinang, sudah banyak sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata baik tingkat nasional, provinsi maupun tingkat kota. Sekolah berlomba-lomba memperoleh Adiwiyata.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here