374 Personel Ikuti Lintas Medan

0
456
LINTAS MEDAN: Sebanyak 374 Prajurit termasuk ASN di lingkup Lantamal IV mengikuti program Lintas Medan (Limed) untuk pembinaan fisik. f-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Kesehatan tetap menjadi hal yang proritas. Hal itu yang mendasari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang untuk meggalakkan olahraga yang msti diikuti seluruh personilnya.

Tidak hanya prajurit TNI yang harus ikut, namun Aparatur Sipil Negara (ASN) juga mesti ikut. Seperti yang terlihat pada Rabu (1/2), sekitar 374 prajurit dan ASN di Lantamal IV mengikuti program Lintas Medan (Limed).

Pelaksanaan Limed tersebut, dipimpin oleh wakil Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Dwika Tjahya Setiawan.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV, Mayor Laut Josdy Damopolii mengatakan Limed merupakan program pembinaan di seluruh Lantamal. itu juga untuk menjaga serta membina kesiapan fisik seluruh prajurit dan ASN.

”Totalnya 374 yang ikut Limed. Terdiri dari prajurit, baik itu pria dan wanita. Psertanya mesti memakai seragam dinas lapangan (combat suite), dan bagi prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) berjalan sambil membawa senjata,” ujar Josdy, Rabu (1/2).

Rutenya, lanjut Josdy, 374 personel memulai dari Pulau Dompak melewati Jembatan I Dompak menuju Jalan Wiratno dan finis di Mako Lantamal IV Batu Hitam.

Dengan kegiatan tersebut, kata Josdy, masing-masing prajurit diharapkan dapat melaksanakan pokok program pembinaan fisik dengan baik dan selalu ditopang oleh kesehatan yang prima.

”Dengan Limed ini, mereka nantinya mampu melaksanakan tugas yang penuh resiko tinggi di medan tugas sesungguhnya,” jelasnya.

Josdy menambahkan, ASN dan prajurit yang umurnya masih relatif muda wajib mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Josdy, selain itu menjaga kebugaran, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan jiwa kebersamaan serta menjaga kekompakkan di lingkup kerja.

Josdy juga menyampaikan TNI AL selalu dituntut untuk meningkatkan kemampuan fisik. Hal itu bisa terwujud dengan melaksanakan latihan rutin di setiap pekannya yang selalu disebut Minggu Militer. Tentang kesiapan fisik, hal itu sudah tidak dikhawatirkan lagi bagi prajurit.

Menurutnya, kemampuan fisik seorang prajurit bukan bawaan sejak lahir, tetapi kemampuan yang dilatih dan dibina sesuai standar TNI AL. (cr27/abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here