38 Sekolah Kumpulkan Donasi

0
597
GALANG DANA: Siswa-siswi SD dan SMP IT Almadinah Tanjungpinang kumpulkan dana untuk Rohingya. f-TUNAS/TANJUNGPINANG POS

Siswa Sekolah IT Seluruh Indonesia Peduli Rohingya

TANJUNGPINANG – Sekitar 800-an siswa SD dan SMP Islam Terpadu (SDIT dan SMPIT) Almadinah Batu 12 Tanjungpinang mengumpulkan dana bantuan untuk warga Rohingya, Myanmar. Begitu juga di SDIT Alsakinah yang beralamat di Jalan DI Panjaitan KM 9, Tanjungpinang. Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kepri, Drs Muqtafin MPd sekaligus pembina yayasan Alsakinah menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh sekolah-sekolah berbasis IT di Indonesia.

Khusus Kepri ada sekitar 38 sekolah. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan sekitar seminggu. Dimulai, Kamis (7/9). ”Bagi orangtua yang ingin membeirkan sumbangan bisa melalui anaknya, serta bagi anak yang ingin ikut berpartisipasi juga bisa dengan menyisihkan uang jajan hariannya,” paparnya.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Almadinah, Nasrum mengatakan, saat penggalangan dana tersebut, mereka berhasil mengumpulkan sekitar Rp 12,416 juta yang digelar di sekolah itu, Jalan Merpati Batu 12, Kamis (7/9) kemarin pagi. Ia mengatakan, mengumpulkan bantuan untuk warga Rohingya dilakukan serentak se-Nusantara oleh sekolah-sekolah yang tergabung di SJIT. Bantuan ini akan dikumpulkan dengan donasi dari seluruh sekolah JSIT se-Nusantara yang jumlahnya mencapai 1.200-an sekolah.

Dijelaskannya, bantuan seperti ini bukan pertama kali dilakukan siswa di sekolah itu. Saat ada kejadian alam seperti Gempa Tsunami Aceh dan Yogyakarta, siswa Almadinah juga mengumpulkan sumbangan. ”Di sini mengumpulkan Rp 10 juta tidak sulit. Karena orangtua siswa rata-rata kalangan menengah ke atas. Sehingga, sumbangan mereka cukup besar untuk kalangan siswa,” tambahnya.

Bantuan yang dikumpulkan sekolah IT se-Indonesia itu akan digunakan sebagian untuk program pendidikan. Diantaranya menyediakan sarana pendidikan bagi anak-anak warga Rohingya. Misalnya membangun sekolah darurat. ”Karena bantuan itu banyak dari siswa, jadi penggunaannya pun nanti tak jauh dari pendidikan. Jadi tak semua dipakai untuk membeli pakaian,” ungkapnya.

Saat penggalangan dana itu, siswa tidak menggelar Salat Ghaib. Mereka hanya doa bersama dan mendengar pengarahan dari para guru. Siswa dikumpulkan di lapangan SMPIT Almadinah baik siswa SD maupun SMP. Ketika kotak sumbangan dijalankan, masing-masing siswa merogoh koceknya dan menyumbang seiklasnya. ”Kita sesama umat Muslim turut merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang ada di Rohingya. Sebagai bentuk kepedulian bersama, kita berdoa dan membantu seiklasnya melalui materi yang ada.” ujar salah seorang guru dalam kata pengantarnya.(TUNAS-DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here