390 Peserta Ikut Tes Pendamping Desa

0
838
TES: Sekitar 390 orang peserta ikut tes calon pendamping desa di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (10/9). f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri sejak tahun 2016 hingga 2017 sudah memberhentikan sebanyak 11 tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang dinilai melanggar kode etik dalam menjalankan tugas dan fungsinya di lapangan.

Hal itu disampaikan Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri, Sardison kepada wartawan saat membuka seleksi terbuka tenaga P3MD tahun anggaran 2017 di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (10/9). ”Sejauh ini kami terus melakukan pembinaan. Sampai hari ini, sudah ada sebelas tenaga P3MD yang diberhentikan karena tidak menjalankan tugas dan tanggungjawabnya selama bekerja,” tegas Sardison.

Ia menyampaikan, Pemprov bersama lementerian/lembaga pusat sampai setingkat kepala desa, lurah, camat dan bupati/wali kota tak akan memberikan toleransi, jika memang ada tenaga P3MD ini yang indisipliner. ”Rata-rata mereka malas bekerja dan berminggu-minggu tidak pernah bertugas, itu sama saja melanggar kode etik yang sudah kita sepakati bersama,” jelas sardison.

Ke depan 2017 sampai dengan 2018 ini, ia menceritakan, tugas dan fungsi tenaga P3MD ini tidak semudah yang mereka bayangkan. Salah satunya, mereka harus teliti mengawasi penggunaan dana desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tersebut.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tahun 2017 ini Kemendes melalui Satkernya, kembali merekrut tenaga P3MD baru yang dibutuhkan sekitar 109 peserta untuk ditempatkan di Karimun, Lingga, Anambas, Bintan dan Natuna. ”Di Kepri hanya dapat kuota sekitar 109 tenaga. Sedangkan yang ikut proses rekrutmen, ada sekitar 390-an peserta,” ujar sardison.

Sebelum ditugaskan ke lapangan nanti, para peserta yang dinyatakan lolos berdasarkan tahapan seleksi oleh Timsel maka akan dilakukan pembinaan awal atau pra tugas. Menurut dia, bahwa menjadi pendamping desa harus mengedepankan profesionalitas kerja. ”Karena mereka ini, (tenaga P3MD, red) ini diangkat sesuai amanat undang-undang membantu tugas kita dalam mengawasi dana desa,” ujarnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here