4.135 Kambing dan 991 Sapi Masuk Batam

0
112

BATAM – Persiapan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha di Batam, sudah dilakukan. Sebanyak 4.135 ekor kambing dan 991 ekor sapi sudah siap untuk dikorbankan. Untuk jenis sapi yang masuk ke Batam terdiri dari sapi bali, sapi brahman, sapi peranakan ongole, sapi limousin simental dan sapi brahman cross M.

Kepala Karantina Pertanian Kelas I Kota Batam Joni Anwar memperkirakan, jumlah hewan kurban itu masih akan bertambah. Jumlah sapi dan kambing yang masuk itu, diakui melalui Pelabuhan Telagapunggur.

Baca Juga :  Warga Apresiasi ATB Penguatan Suplai

”Jumlah tersebut akan terus bertambah mendekati Hari Raya Idul Adha pada 31 Juli nanti,” kata Joni.

Dijelaskan, Karantina Pertanian sendiri bertugas memastikan bahwa setiap hewan yang dilalulintaskan harus bebas dari hama penyakit hewan karantina(HPHK), terutama hewan yang masuk ke Batam dari daerah lain.

”Kami memastikan hewan yang dilalulintaskan masuk ke Batam sehat dan bebas dari HPHK,” katanya.

Langkah itu diambil sesuai amanat Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan di pasal 7 ayat b. Di mana pasal itu menyebutkan, mencegah tersebarnyaHPHK dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Kredit Macet UKM Rp 6,5 Miliar

”Itu didatangkan, dari Provinsi Lampung, kemudian melalui Pelabuhan Kuala Tungkal Jambi, Muara Sabak Jambi dan Sungai Boom Baru Sumatera Selatan,” terang Joni.

Setiap hewan kurban yang masuk Batam, lanjutnya, telah dilengkapi dengan sertifikat Kesehatan Hewan (KH11) yang diterbitkan oleh karantina pertanian dari daerah asal sebagai jaminan bebasHPHK.

”Setelah diserahkan dan dilaporkan pemasukannya kepada pihaknya, maka sertifikat pelepasan (KH14) sebagai bukti telah lapor karantina pun diterbitkan,”imbuh Joni.

Menjelang Idul Adha, petugas karantina hewan akan memastikan, hewan yang dilalulintaskan tersebut sehat dan memenuhiprosedur yang ditetapkan.

Baca Juga :  Polres Ajak Telkomsel Kembangkan Sistem Digital

Karantina pertanian memfasilitasi perdagangan, namun tetap memperhatikan aspek pencegahan penyebaran penyakit hewan.

”Sehingga masyarakat muslim yang merayakannya dapat dengan tenang dalam menjalani ibadah kurban,” harapnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here