4.500 Warga Tanjungpinang Tertipu

0
808
DISKUSI: H Lis Darmansyah berdiskusi salah satu warga didampingi beberapa kepala OPD di lingkungan Pemko Tanjungpinang. F-IST/HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG

Sudah banyak warga Tanjungpianng tertipu. Modusnya, pelaku menjanjikan membayar kurang yang selama ini dialami 4.500 warga itu. Sampai saat ini, janji itu tidak terwujud juga.

TANJUNGPINANG – kabar penipuan itu disampaikan langsung oleh
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. Lis meminta masyarakatnya harus hati-hati dan waspada dengan maraknya penipuan jelang Idul Fitri. Beberapa bulan belakangan masyarakat Tanjungpinang diresahkan oleh beredarnya kabar ada orang/lembaga yang bisa melunasi utang dan memberikan uang Rp 15 juta. Masyarakat diminta foto copi KTP dan cap jempol.

”Yang sudah menyerahkan foto copi KTP dan cap jempol, siap-siap uang di rekening berkurang,” kata Lis Darmansyah saat memberikan sambutan sebelum salat tarawih bersama di masjid Nurul Hidayat Haji Unggar, Jumat (16/6). Kata dia, ia sudah mendapatkan informasi ada 4.500 warga Tanjungpinang yang sudah memberikan foto copi KTP dan cap jempol. Ia minta kepada warga yang belum didatangi orang yang mengaku bisa menyelesaikan utang dan bisa memberikan uang Rp 15 juta dari uang Soekarno, tetap waspada.

Baca Juga :  Ini Nama-nama Pejabat Dilantik

Ia mengungkapkan, modus pelunasan kredit dilakukan dengan menawarkan janji pembebasan utang dan sasarannya adalah para debitur macet pada sejumlah bank, perusahaan pembiayaan, maupun lembaga jasa keuangan lainnya. Cara yang ditempuh dengan menerbitkan surat jaminan atau pernyataan pembebasan utang yang dikeluarkan oleh lembaga mereka, bahkan sampai mengatasnamakan Presiden RI maupun lembaga internasional dari negara lain.

Modus lain penawaran ini antara lain mengatasnamakan negara atau lembaga tertentu dengan dasar kedaulatan rakyat dan berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.
Mereka beroperasi dengan mencari korban yang terlibat kredit macet, kemudian menjanjikan akan menyelesaikan utang debitur dengan jaminan surat berharga negara. Mereka minta korban membayar sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota badan hukum tertentu. Mereka juga minta korban mencari debitur lain yang bermasalah untuk diajak bergabung.

Baca Juga :  Nama Calon Plh Wako Sudah di Tangan Mendagri

Sambung kata Lis, dikhwatirkan data-data warga yang sudah diserahakn bisa saja nanti disalahgunakan. Misalnya, para pelaku mengambil dana warga yang disimpang di ATM secara otomatis. ”Itu penipuan ibu. Keluarga Pak Soekarno saja yakni Bu Megagawati saja tidak boleh menyerahkan uang yang katanya uang Soerkarno. Coba itu analisa, masuk logika atau tidak,” tegasnya.

Masih kata Lis, dengan kondisi ekonomi yang serba sulit, jangan sampai warga muda menerima bujuk rayuan. Warga tetap waspada, bila meragukan laporkan kepihak RT dan RW atau kepolisian. Jelang lebaran ini banyak modus-modus penimpuan yang perlu diwaspadai. Ia dan pihak kepolisian terus berkoordinasi, bila orang-orang yang minta KTP dan cap jempol, bila ada unsur pidana, pihak kepolisian akan melakukan tindakan.

Baca Juga :  Gaet Wisatawan Lewat Festival Imlek

Dihadapan jamaan masjid Nurul Hidayat, Lis juga mengajak warga tetap menjaga toleransi. Ditengah krisis ekonomi ini, masyarakat gampang emosi. ”Kita tetap harus bersyukur, kita masih diberikan kesehatan untuk menunaikan ibadah puasa di fase 10 hari terakhir puasa,” tegas Lis.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here