4.507 Data Pemilih Ganda

0
678
Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang mengecek di internet namanya apakah sudah masuk sebagai pemilih sementara di Pilkada Tanjungpinang, Selasa (3/4).f-Rahmat/tanjun gpinang pos

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Tanjungpinang sebanyak 144.241 pemilih.

TANJUNGPINANG – Namun, data hasil pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih itu banyak kejanggalan. Salah satunnya, ditemukan ribuan data ganda. KPU Tanjungpinang menemukan ada 4.507 data pemilih, dari 144.241 pemilih yang ganda untuk pemilihan Wali Kota Tanjungpinang, 27 Juni mendatang.

Menurut Devisi Perencanaan, Anggaran, Program dan Data KPU Kota Tanjungpinang, Zulkifli Riawan mengatakan, data ganda yang ditemukan tersebar di empat kecamatan se-Kota Tanjungpinang. Ada terdapat di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota dan Bukit Bestari.

KPU Kota Tanjungpinang sedang melakukan penghapusan data ganda yang ditemukan sebesar 4.507 pemilih melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan masing-masing. ”Kita akan hapus data gandanya sebesar 2.298 pemilih. Nanti, sisa 2.209 pemilih kita juga akan dihapus secara bertahap,” kata Zulkifli Riawan kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (4/4).

Baca Juga :  Lis Minta Terapkan Transkasi Non-Cash

Sambung dia, data ganda pemilih ditemukan, bisa terjadi dikarenakan adanya terjadi pindah tempat tinggal yang dilakukan pemilih tersebut Misalnya, si A dulunya tinggal di daerah Kecamatan Bukit Bestari, tapi sekarang pindah dan tinggal di Kelurahan Air Raja.

Jadi, sebelum pindah tempat tinggal si A masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kecamatan Bukit Bestari. Setelah pindah, si A terdata lagi saat coklit di Kelurahan Air Raja yang dilakukan PPDP. Dengan adanya itu, terjadilah data ganda dalam proses coklit tersebut. Ini salah satu penyebab ditemukan pemilih ganda. Intinya, tegas Zulkifli, kata kunci itu pada Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang dimiliki masyarakat tersebut. Ini berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 dan PKPU Nomot 2 tahun 2017 tentang daftar pemilih.

Baca Juga :  Kawal Hasil Reses di Musrenbang

”Kalau belum mengantongi surat pindah, maka kita akan berpedoman dengan NKK milik masyarakat tersebut. Artinya, acuan kita pada data awal. Di mana masyarakat itu tinggal. Jadi, tidak mengantongi surat pindah, maka kita akan coret dari data ganda tersebut,” ucap dia.

Masa perbaikan atau penghapusan data ganda akan berakhir 7 April 2017, yang dilakukan di PPS masing-masing. Setelah itu, baru dilakukan pleno di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 8-10 April 2018. Kemudian, sidang pleno tersebut akan dilanjutkan di tingkat KPU, yang sudah terjadwal pada 11-19 April 2018. ”Data itu akan menjadi DPT tahun 2018,” terang dia.

Baca Juga :  Ketua PPK Bintan Timur Divonis Satu Bulan Penjara

Sebelum masuk ke DPT, ia katakan, masih ada kesempatan masyarakat untuk datang ke kantor kelurahan masing-masing untuk memastikan, apakah dirinya masuk dalam DPS atau belum. Apabila belum masuk di dalam DPS, hendaknya masyarakat tersebut langsung melaporkan ke kelurahan maupun ke petugas PPS tersebut. ”Biar masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya pada 27 Juni 2018 nanti,” sebut dia. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here