4 Bulan Jelang Pemilu, Baru APK Diserahkan

0
239
Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati didampingi Devisi Parmas dan SDM KPU Provinsi Kepri, Parlindungan Sihombing menyerahkan baliho secara simbolis kepada pengurus parpol. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG -Empat bulan jelang pemilu pada 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri baru menyerahkan Alat Peraga Kampanye (APK) kepada peserta Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 di depan halaman Gedung KPU Kota Tanjungpinang Senin (17/12).

Pengurus partai politik (parpol), calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden menerima APK jenis baliho.

Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati mengatakan, KPU Provinsi Kepri membagikan sebanyak 60 baliho milik 12 calon anggota DPD RI, 176 baliho milik 16 parpol, dan 32 baliho milik calon presiden dan wakil presiden yang diambil oleh tim pemenangan berada di Provinsi Kepri.

”Semua baliho datang dari salah satu perusahaan percetakan berada di daerah Depok. Alhamdulillah, hari ini kita bagikan semua baliho ke peserta pemilu,” kata Sriwati kepada Tanjungpinang Pos, Senin (17/12).

Sebelum diserahkan, KPU Provinsi Kepri bersama peserta pemilu melakukan pengecekan baliho. Ini disaksikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri dan polisi.

Kata Sriwati, pengurus parpol, calon DPD dan tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden bisa mengembalikan baliho ke KPU Provinsi Kepri, apabila ditemukan adanya kerusakan seperti robek. Karena perusahaan percetakan masih punya tanggungan untuk cetak ulang baliho apabila ditemukan rusak.

”Bunyi kontraknya seperti itu. Kembalikan saja ke kita,” tegas dia.

Lebih lanjut dikatakan, ada keterlambatan penyerahan baliho kepada peserta pemilu tersebut. Hanya saja keterlambatan bukan datang dari KPU Provinsi Kepri. Tapi, dari proses lelang. Pada proses lelang pertama, hanya satu perusahaan yang menawar pencetakan baliho KPU Provinsi Kepri. Dengan adanya seperti itu proses lelang batal.

Pasalnya, tidak ada hanya satu peserta ikut lelang. Jadi, proses lelang pertama dibatalkan.

Kemudian, KPU kembali melakukan proses lelang kedua. ”Alhamdulillah proses lelang kedua, banyak pesertanya. Kita bersyukur, sekarang kita sudah bisa bagikan baliho kepada peserta pemilu,” terang dia.

Selain itu, keterlambatnya penyerahan hasil desain dari masing-masing parpol juga mempengaruhi penyerahan baliho. Karena pada saat itu, hasil desain yang diserahkan parpol maupun calon DPD ukurannya kecil. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here