40 Desa di Kepri Status Tertinggal

0
142
ANGGOTA DPD RI Dapil Kepri, Haripinto saat mengunjungi salah satu desa di Natuna, pekan lalu. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Dari 275 desa di Kepri, sesebanyak 40 desa (14,55 persen) masih tertinggal. Sedangkan jumlah desa mandiri sebanyak 3 desa (1,09 persen), 232 desa berkembang (84,36 persen).

Data ini diperoleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri setelah melakukan Pendataan Potensi Desa (Podes) yang dilaksanakan tiga kali dalam sepuluh tahun.

Berdasarkan hasil Podes 2018, tercatat 416 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 275 desa dan 141 kelurahan.

Podes juga mencatat sebanyak 70 kecamatan dan 7 kabupaten/kota.

Kepala BPS Kepri Zulkipli dalam pemaparannya, pada Desember 2018 ini, BPS melakukan penghitungan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan kategori tertinggal, berkembang, dan mandiri. Semakin tinggi IPD menunjukkan semakin mandiri desa tersebut.

Zulkipli menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan Podes 2018 di Provinsi Kepri, terdapat sebanyak 22 pulau kecil terluar yang berada di 5 kabupaten/kota, yakni, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas dan Kota Batam.

Sedangkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) adalah indeks komposit yang menggambarkan tingkat kemajuan atau perkembangan desa pada suatu waktu.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015- 2019, Pembangunan Desa dan Kawasan Pedesaan, membangun Indeks Pembangunan Desa terdiri dari lima dimensi yakni, Pelayanan Dasar, Kondisi Infrastruktur, Aksesibilitas/Transportasi, Pelayanan Umum, dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Desa-desa berdasarkan tingkat perkembangan desa menurut IPD dikategorikan dalam tiga status yaitu, Desa Mandiri, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal.

Pada tahun 2018 ini, sebagian besar desa di Provinsi Kepri termasuk dalam kategori Desa Berkembang dan baru sebagian kecil desa yang termasuk dalam kategori Desa Mandiri. ”Secara umum semua dimensi penyusun IPD mengalami kenaikan, dimensi yang paling tinggi kenaikannya adalah Dimensi Pemerintah Desa dengan kenaikan sebesar 17,63 poin. Sedangkan dimensi yang paling rendah kenaikannya adalah Dimensi Pelayanan Umum (0,48 poin),” paparnya.

Selain informasi terkait cakupan wilayah administrasi, Podes 2018 juga menyajikan berbagai informasi terkait potensi-potensi desa/kelurahan dan ketersediaan infrastruktur penunjang berbasis kewilayahan di Indonesia.

Pada bidang pariwisata, diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah desa/kelurahan yang memiliki daya tarik wisata komersil, seperti kebun binatang, wisata tirta, agrowisata, wisata budaya, taman rekreasi, wisata alam, dan lainnya. Di Kepri terdapat 25 desa wisata pada tahun 2018.

Pada sarana ekonomi lainnya juga terjadi peningkatan, seperti keberadaan pasar, mini market, restoran dan warung kelontong.

Desa/kelurahan dengan keberadaan pasar dengan bangunan, baik bangunan permanen maupun bangunan semi permanen, meningkat sebesar 24,62 persen dibandingkan tahun 2014, yaitu menjadi 81 desa/kelurahan.

Desa/kelurahan dengan keberadaan mini market meningkat sebesar 5,41 persen dibandingkan tahun 2014, yaitu menjadi 117 desa/kelurahan. Desa/kelurahan dengan keberadaan restoran/rumah makan meningkat sebesar 7,27 persen dibandingkan tahun 2014, yaitu menjadi 118 desa/kelurahan.

Sedangkan desa/kelurahan dengan keberadaan toko/warung kelontong meningkat sebesar 1,49 persen dibandingkan tahun 2014, yaitu menjadi 408 desa/kelurahan.

Sementara itu, pada tahun 2018 telah ada 189 desa/kelurahan yang memiliki produk unggulan. Produk unggulan ini ada dua macam, yaitu produk makanan dan produk non-makanan.

Ada sebanyak 127 desa/kelurahan yang hanya memiliki produk unggulan makanan, sementara ada 30 desa/kelurahan yang hanya memiliki produk unggulan non-makanan.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan desa/kelurahan memiliki 2 macam produk unggulan tersebut, seperti yang terjadi pada 32 desa/kelurahan. Lebih jauh lagi, ternyata ada 23 desa/kelurahan memiliki produk unggulan yang telah di ekspor ke luar negeri. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here