40 PAW Anggota DPRD Kota Malang Dilantik

0
238
proses pelantikan PAW 40 anggota DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018).

MALANG – Sebanyak 40 orang Pengganti ANtar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang diilantik pada Senin (10/9/2018). Mendagri, Tjahjo Kumolo hadir langsung dalam pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PAW Anggota DPRD Kota Malang, pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Malang itu.

Mendagri, Tjahjo Kumolo menyebutkan ia datang bersama Dirjen Otda ke Malang hanya memastikan agar pelantikan berjalan dengan baik karena PAW ini varu pertama dalam sejarah di negara kita bahwa inilah sampai menjadikan sebuah lembaga DPRD macet tidak memenuhi forum.

“Kemendagri atas nama Pemerintah Pusat menyampaikan apresiasi kepada Pemda Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Gubernur Jawa Timur yang telah melakukan langkah-langkah cepat hingga pemerintahan bisa berjalan normal lagi di Kota Malang, ” sebutnya.
Pertama, sambung Mendagri, Konsolidasi dengan partai politik, KPU, Bawaslu, Forkopimda sehingga hari ini terlaksana pelantikan 40 anggota DPRD Kota Malang. Hal ini penting karena untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif efisien. Jangan sampai pengambilan keputusan politik dan pembangunan di Kota Malang terganggu.

“Peran DPRD adalah bersama Pemda menyusun anggaran, menyusun perda-perda, serta peran pengawasan DPRD, fungsi menggerakkan dan mengorganisir masyarakat. Saya kira ini langkah yang tepat,” katanya.

Selain itu, jata Mendagri, masing-masing mesti memahami area rawan korupsi yang menyangkut perencanaan anggaran. Khususnya, yang menyangkut dana hibah dan bansos, mengangkut retribusi dan pajak, dan menyangkut pengadaan barang dan jasa.

“Itu yang harus dipahami oleh anggota DPRD karena anggota DPRD sejajar dengan pemerintah daerah saling mengisi, mengawasi, mengoreksi, dan sama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat yang ada di daerah,” Tegas Tjahjo.
Tjahjo, mengingatkan agar saling mengingatkan dan memahami area rawan korupsi karena kalau sampai terjadi lagi akan merugikan semua.

“Yang rugi diri kita, keluarga, partai politik, masyarakat, daerah dan secara nasional karena baru pertama kali ini terjadi dalam jumlah yang begitu besar. Ssampai tidak bisa memenuhi forum, dalam sebuah lembaga DPRD,” sebutnya.

Pergantian Antar waktu (PAW) DPRD Kota Malang tersebut dilakukan terhadap anggota DPRD Kota Malang yang terseret kasus suap massal pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015 yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here