40 Penghafal Alquran Diwisuda

0
173

Nilai Tambah Bagi Siswa MAN Tanjungpinang

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang mewisuda sebanyak 40 penghafal Alquran atau hafidz dan hafidzah, Rabu (9/5). Program wisuda tersebut yang perdana di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – PIMPINAN Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri pun memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. ”Kita ingin memberikan nilai tambah, khususnya bagi anak didik kami yang mengambil jurusan agama di MAN Tanjungpinang. Alhamdulillah kemarin, ada 40 yang layak menyandang predikat hafidz dan hafidzah,” ujar Kepala MAN Tanjungpinang, Kartika, kemarin.

Dirinya bertekat, apa yang dicapai hari ini bisa menjadikan motivasi bagi seluruh pelajar MAN Tanjungpinang di segala bidang untuk sama-sama berlomba menjadi seorang penghafal Alquran.

Khusus untuk program agama di tahun ajaran baru yang rencananya akan diterapkan. ”Jika hari ini, ada hafal satu sampai lima juz, ke depan ada pelajar kami yang hafal lebih dari ini,” jelas Kartika.

Ditambahkannya, sebagai motivasi, Allah telah menjamin keselamatan bagi seorang-seorang yang menghafal Alquran dan mengamalkannya. Menurutnya, program menghafal Alquran ini, tentunya sejalan dengan visi-misi sekolah. Selain itu, ia juga berpesan, bagi pelajar MAN Tanjungpinang yang sudah menyandang predikat hafidz dan hafidzah, hendaknya terus menambah kemampuannya secara individu.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Fajri Mubaroq mengatakan, pihaknya memberikan kredit tersendiri tentunya bagi MAN Tanjungpinang.

Menurut Fajri, keberhasilan ini adalah sesuatu yang patut dicontoh tentunya bagi sekolah-sekolah madrasah lainnya di Kepri baik itu negeri maupun swasta. Sementara itu, Kasi Pendidikan Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepri, Suparno menambahkan, adanya program wisuda tahfidz ini, menunjukkan MAN Tanjungpinang telah memberikan warna tersendiri serta inovasi. Dirinya berharap, ini bisa menaikkan nilai jual MAN ke depan.

”Sesuatu yang baik, jika tidak kita jaga, maka kebaikannya akan hilang. Maka wajib, siapapun pemimpin ke depan untuk menjaganya. Memang memulai bukan sesuatu yang mudah. Dari itu, jangan sampai dibiarkan,” tegas Suparno.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here