5.000 Kapal Wisata Masuk Kepri

0
259
Ardiwinata

Sebanyak 5 ribu unit kapal layar wisata asing atau yacht akan singgah di Batam tahun 2019 ini. Rombongan kapal yang cukup besar itu dijadwalkan berangkat dari Darwin, Australia pada Juli 2019 nanti.

BATAM – PARA Yachter ini akan berlayar melewati Nias hingga sampai di Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke negara lain. Keberadaan di Batam ini akan dimanfaatkan Dinas Pariwisata untuk mengenalkan destinasi yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, mereka saat ini sedang menyiapkan agenda untuk sekitar 5 ribu kapal layar itu. ”Kita manfaatkan kehadiran mereka di laut Batam, sehingga memberikan sumbangsih bagi daerah kita. Pariwisata diharap terdongkrak,” ujar Ardi, Rabu (9/1).

Dijelaskannya, untuk letak atau lokasi Batam, tempat kapal-kapal layar singgah, direncanakan di Pulau Abang. Setidaknya, diharapkan para pelancong itu akan ada di Pulau Batam selama dua hari. Namun kepastian waktunya belum diketahui.

”Mereka akan keliling beberapa negara dalam 110 hari. Setidaknya, satu sampai dua hari kita harapkan mereka ada di Batam, tepatnya di Pulau Abang,” sambung Ardi.

Perkiraannya, kapal akan melewati Batam, antara 1 sampai 4 November 2019. Untuk memaksimalkan kunjungan itu dalam memperkenalkan pariwisata Batam, maka disiapkan diantaranya snorkeling dan diving.

”Kita sedang bahas untuk agenda. Tapi rencananya begitu. Jika dimungkingkan, kita akan bawa ke Pulau Ranau, sehingga lebih dikenal wisman,” harap Ardi.

Dibeberkan Ardi, kapal layar juga akan singgah ke Lagoi Bintan, Tanjungpinang dan Batu Blubang di Lingga. Di Tanjungpinang dan Lagoi diperkirakan 5-10 November serta Lingga direncanakan tiba sebelumnya, atau 28-31 Oktober 2019. Di Tanjungpinang-Lagoi, mereka exit point,” ujarnya.

Diharapkan, kehadiran kapal-kapal layar itu juga diharap dapat meningkatkan aktivitas layar wisatawan yang masuk Indonesia. Dimana, dari catatan Kemenpar, saat ini total kunjungan kapal layar dunia ke Indonesia, sekitar 1.000 per tahun.

”Diharapkan, setelah itu akan meningkat kunjungan kapal layar di Batam. Itu akan mendorong perekonomian masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, pengeluaran pelaku layar saat berkunjung di Indonesia secara umum, ada makan dan minum sekitar 50 Dolar AS per hari, per orang. Selain itu, biaya transportasi domestik 30 Dolar per hari, per orang dan biaya tour serta suvenir sekitar 20 Dolar AS per hari, per orang.

”Selain itu ada biaya suplai air bersih dan air minum 8 Dolar AS per orang, per hari, bensin/solar 3,5 Dolar, perbaikan dan servis 11,5 dolar AS per hari per orang. Jadi sekitar 123 Dolar AS per hari per orang,” imbuh Ardi.

Biaya yang dikeluarkan wisman pelaku layar itu biasanya langsung dirasakan masyarakat. Belum termasuk dengan biaya pelayanan untuk agen pariwisata, yang membantu di titik masuk dan keluar.

”Belum lagi kegiatan lain, seperti diving, fishing dan charty program,” bebernya.

Saat ini, marine port (pelabuhan untuk kapal layar) di Kepri hanya ada di Batam dan Bintan. Meski Kepri umumnya dikelilingi lautan, namun belum semua daerah memiliki pelabuhan-pelabuhan tempat singgahnya yacht tersebut.(MARTUA BUTAR BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here