5.167 Mahasiswa Dapat Subsidi

0
258
MAHASISWA UMRAH Tanjungpinang saat berkumpul di salah satu ruangan di kampus Dompak, beberapa waktu lalu. f-istimewa

Dampak Pendemi Covid-19, Kemendikbud Beri Keringan untuk UMRAH

Akibat pandemi Covid-19, sekitar 5.167 orang mahasiswa di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang mendapatkan keringanan uang kuliah tahun akademik 2020-2021 ini.

TANJUNGPINANG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan subsidi uang kuliah bagi 419.605 mahasiswa di Indonesia. UMRAH kebagian 5.167 orang.

Menindaklanjuti kebijakan Kemendikbud tersebut, Rektor UMRAH Tanjungpinang DR Agung Dhamar Syakti telah mengeluarkan Surat Keputusan Rektor nomor : 1147/UN53.0/KU/2020 tanggal 10 Agustus 2020 tentang Penetapan Mahasiswa yang Mendapatkan Bantuan Pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021 di Lingkungan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Surat itu dikeluarkan sehubungan dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil tahun akademik 2020/2021 yang akan segera dilakukan,

Dalam suratnya itu, Agung Dhamar memberi keringanan pembayaran UKT dengan tiga kategori. Pertama, untuk pembayaran UKT maksimal Rp2.400.000 bagi 471 mahasiswa.

”Jika UKT lebih dari Rp2.400.000, maka mahasiswa membayar sebesar selisihnya yaitu UKT dikurangi maksimal bantuan. Tidak berlaku untuk mahasiswa penerima beasiswa KIP, Genbi, KJMU, Difabel, dan BI,” demikian bunyi surat itu.

Baca Juga :  NIEC Beberkan Cara Kuliah di Luar Negeri

Kedua, pemberian keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa semester 9 (Sembilan) yang mengambil mata kuliah kurang dari atau sama dengan 6 SKS mendapat keringanan UKT sebesar 50 % yang diberikan kepada 593 mahasiswa.

Ketiga, pemberian keringanan pembayaran UKT bagi seluruh mahasiswa selain poin nomor 1 dan 2 mendapat potongan UKT sebesar Rp360.000 untuk 4.103 mahasiswa lainnya.

Wakil Rektor II UMRAH Tanjungpinang, Dr.Agus Salim, S.Ag.,M.Si mengatakan, mahasiswa yang mendapatkan bantuan pemotongan UKT tahun tahun 2020 ini hanya berlaku untuk semester ganjil tahun akademik 2020/2021.

Biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan rektor ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanan Anggaran (DIPA) UMRAH Tanjungpinang yang relevan.

Keputusan itu beraku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan keputusan itu, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Putusan itu ditetapkan Agung Dhamar, 10 Agustus 2020.

Adapun mahasiswa yang menerima subsidi UKT sebesar Rp2,4 juta sebanyak 471 orang dari berbagai prodi. Berikut jumlah mahasiswa sesuai jurusan mereka :

Baca Juga :  1.014 Maba Lulus SBMPTN 2017

Pendidikan Biologi 28 orang, Akuntansi 30 orang, Manajemen 39 orang, Ilmu Administrasi Negara 36 orang, Ilmu Pemerintahan 19 orang, Sosiologi 16 orang, Ilmu Hukum 36 orang dan Hubungan Internasional 11 orang.

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan 14 orang, Sosial Ekonomi Perikanan 3 orang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 27 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 30 orang.

Pendidikan Matematika 23 orang, Pendidikan Kimia 27 orang, Teknik Elektro 23 orang, Teknik Informasika 24 orang, Ilmu Kelautan 21 orang, Manajemen Sumber Daya Perairan 25 orang dan Budidaya Perairan 21 orang.

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud akan menyediakan bantuan dana UKT kepada 419.605 mahasiswa yang terdampak pandemi Korona dengan total anggaran Rp1,007 triliun dan sebagian besar untuk swasta.

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam mengatakan, bantuan ini dikhususkan untuk mahasiswa yang perokonomiannya terdampak pandemi Covid-19. Agar tidak ada mahasiswa yang putus kuliah di tengah pandemi.

Bantuan yang diberikan berupa keringanan UKT sebesar Rp2,4 juta bagi mahasiswa yang masuk semester 3, 5, dan 7.

Baca Juga :  Mahasiswi Stisipol Raja Haji Rasakan Atmosfer MCUT Taiwan

Adapun total anggaran untuk bantuan UKT yang disalurkan melalui skema Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) ini sebesar Rp1,007 triliun. Dana bantuan bakal langsung diberikan kepada perguruan tinggi.

Lalu, bagaimana kalau biaya kuliahnya lebih dari itu? Ia mengatakan, harus gotong-royong dan perguruan tinggi juga diharapkan agar merelakan, tidak menerima SPP seperti pada kondisi normal.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kemendikbud, Abdul Kahar menambahkan, potensi drop out (DO) mahasiswa karena kesulitan ekonomi di masa pandemi bisa mencapai 50 persen. Untuk itu bantuan ini layak untuk diberikan.

Kalau itu terjadi, artinya malapetaka dunia pendidikan, bukan hanya pada mahasiswa tapi termasuk pada perguruan tinggi. Karena unsur pendapatan utama dari perguruan tinggi adalah SPP. (ADLY ‘BARA’ HANANI – MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here