5 Ribu Warga Belum Rekam KTP-el

0
57
Terlihat masyarakat sedang melakukan perekaman KTP-el di Kantor Disdukcapil Kota tanjungpinang beralamat Jalan Kijang Lama, Km 7 f-andri/tanjungpinang pos

Masih ada lima ribu warga di Tanjungpinang belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Selain itu, ada 40 ribu warga yang sudah rekaman tapi KTP-nya belum dicetak. Hingga kemarin, stok blangko KTP-el masih tersedia.

TANJUNGPINANG – Sebanyak 40 ribu KTP-el belum di cetak karena belum dapat sinyal dari pemerintah pusat, apakah sudah bisa dicetak atau belum. Kemudian, masyarakat yang sudah mengantongi KTP-el baru sekitar 90 ribuan. Jumlah warga yang wajib memiliki KTP-el ada sekitar 152.498 jiwa terhitung per 31 Desember 2017.

Kepala Disdukcapil Tanjungpinang, Irianto mengatakan, ada beberapa penyebab kenapa warga sudah melakukan perekaman KTP-el, tapi belum bisa dicetak KTP-nya. Pertama, data masyarakat tidak masuk hingga terkirim di server ke Dirjen Dukcapil, meskipun sudah melakukan perekaman. Bisa jadi sidik jari masyarakat di tolak sistem karena kurang jelas saat pengambilan sidik jari, tandatangan masyarakat bermasalah dan iris mata yang sering tidak terdeteksi oleh sistem.

Solusinya, sambung Irianto, ia minta agar warga yang sudah melakukan rekaman tapi KTP belum di cetak, rajin-rajin ke Disdukcapil, untuk mempertanyakan kenapa KPT belum dicetak. Agar, pegawai Disduk bisa mengecek ke sistem, apa sebabnya dan kenapa belum dicetak-cetak. Menurutnya, kalau sudah tahu kenapa belum dicetak, pegawai disdukcapil nanti melaporkan ke Dirjen Dukcapil bahwa data milik masyarakat A agar dihapus dari sistem. Agar, warga tersebut bisa melakukan perekaman ulang.

”Solusinya, masyarakat pro aktif datang ke kantor kami, untuk menanyakan apakah alasan KTP-elnya belum siap-siap. Baru kita cari solusinya,” kata Irianto.

Ia juga meminta agar warga segera melakukan perekaman KTP-el. Bisa dilakukan di kantor Disdukcapil dan kantor Camat Tanjungpinang Barat. Bila tidak memiliki KTP-el, hak pilihya di Pemilu 2019 akan hilang. Sebab, aturannya hanya warga yang memiliki KTP-el yang berhak memberikan hak pilihnya.

”Kita punya blanko KTP ada sekitar 4 ribu. Kita belum sempat lagi untuk jemput blanko KTP di pusat. Saya juga heran warga tak mau melakukan peremakam KTP,” kata Irianto, kemarin.

Alasan warga belum mau melakukan rekaman, karena mereka masih memegang KTP SIAK. Padahal, sambung dia, KTP SIAK tidak berlaku lagi. Tidak bisa digunakan untuk mengurus administrasi, baik di bank, sekolah, dan lain-lainnya.

Dia mengakui, masih banyak masyarakat yang belum mengantongi KTP elektronik. Pasalnya, masyarakat tersebut tidak proaktif untuk mengecek KTP elektroniknya di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Apakah data miliknya bermasalah atau tidak.

Bisa mengetahui ini semua, saran dia, sesering mungkin masyarakat datang dan jumpai petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Agar petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang bisa mengetahui data tersebut. ”Kalau tidak salah saya daftar tunggu sekitar 40 ribuan jiwa,” terang dia.

Ia juga membeberkan, kondisinya server untuk mencetak KTP sudah 60 persen. Server milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang masih bisa digunakan untuk menyimpan data kependudukan. Karena server yang menyimpan data kependudukan masyarakat Kota Tanjungpinang sudah terbilang lama dari sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang.

”Alhamdulillah, server kita sudah diperbaiki oleh teknisi dari Dirjen Dukcapil. Kalau tidak salah saya, seminggu yang lalu diperbaiki oleh orang teknisi itu,” kata Irianto.

Irianto merasa was-was terhadap server tersebut. Pasalnya, tidak ada harapan lagi apabila server kembali rusak parah. (ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here