50 Mahasiswa STIE Pembangunan Ikuti LDK

0
468
PESERTA LDK yang merupakan mahasiswa Kampus STIE Pembangunan mengikuti tahapan permainan outbond di Pantai Trikora, Minggu (28/1) lalu. F-ISTIMEWA/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sejumlah mahasiswa dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Pelatihan itu diselenggarakan selama dua hari, dimulai sejak Sabtu (27/1) hingga Minggu (28/1).

Ketua BEM STIE Pembangunan, Sandi Purnama Putra mengatakan, ada 50 mahasiswa dari berbagai pengurus aktif organisasi yang ada di Kampus, ikut serta. Diantaranya, pengurus aktif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) serta Lembaga Pers Mahasiswa (LPM).

Dihari pertama yaitu seluruh pengurus dan anggota mengikuti rangkaian materi kelas yang diadakan di Kampus STIE Pembangunan.

Dijelaskannya, peserta akan menerima materi terkait pelatihan mental, struktur organisasi sekaligus jiwa kepemimpinan. Dilanjutkan hari berikutnya aktivitas outbond di Trikora.

Pada hari pertama materi kelas, dibuka oleh Ketua STIE Pembangunan Sari Wahyuni. Ada pun pemateri yakni, Ramli Muasmara MPdI, Ranti Utami SE Msi serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Endri Sanopaka S Sos MPM.

”Materi yang diajarkan, mulai dari dasar kepemimpinan, tata cara menggelar musyawarah besar dan tekniuk sidang serta membuat laporan pertanggungjawaban (LPj),” kata Sandi, Selasa (30/1).

Sandi menambahkan, selain itu, semua pengurus BEM juga diberikan dasar-dasar teknik berkomunikasi di dalam ornanisasi. “Ini penting, sebab komunikasi kunci kesuksesan mencapai tujuan. ada banyak pemimpin yang jatih, karena tak mampu menjalin hubungan yang baik,” paparnya.

Harapannya, setelah menerima matero, pengurus BEM mampuh menjalankan organisasi dengan baik. Untuk pelatihan outbond, lanjut Sandi, ragam manfaat yangdidapat peserta. Menurutnya, dengan mengikuti beberapa permainan peserta akan belajar komunikasi efektif, pengembangan tim, pemecahan masalah, kepercayaan diri.

Gaya kepemimpinan, kerja sama atau sinergi, tentu berbagai permainan atau tantangan juga sebagai penghibur dan menyenangkan. Mengajarkan berkonsentrasi, kejujuran dan tanggung jawab atas diri sendiri dan sesama. Sehingga, tercapainya pengembangan diri atau personal development.

Ia menilai, melalui kegiatan ini, pengurus maupun anggota di setiap organisasi kampus, kembali bersemangat menjalankan kegiatan. Sudah lebih mengetahui etika dan cara komunikasi yang benar. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here