50 Paket Proyek Sudah Dilelang

0
87
Tety Arnita
Hingga saat ini, Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) baru melelang sebanyak 50 paket proyek dari 170 paket yang dilelang pada tahun 2019.

ANAMBAS – Tety Arnita, selaku Kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa (KUPBJ) mengatakan, jika diestimasikan 170 paket tersebut terdiri dari 103 paket konstruksi, 38 konsultansi, barang 27 dan jasa lainnya 3.

”Total pagu anggaran seluruhnya mencapai Rp369 miliar,” kata Tety, Selasa (23/4).

Ia mengungkapkan, dari 50 paket lebih yang telah dilelang tersebut sebanyak 23 paket sudah selesai dan ada pemenangnya. Sementara itu, 28 paket lainnya masih dalam proses.

Apabila diestimasikan, maka Dinas PU jumlah paketnya sebanyak 65 paket, Dinas Kesehatan 37 paket, Disperindag 9 paket, Dinas Pendidikan 27, Dishub LH 15 paket, dan DP3 9 paket.

”Kita melelang apabila Organisasi Perangkat Daerah (OPD), telah menyampaikan tender,” jelasnya.

Tety juga mengatakan, paket terbesar itu adalah pembangunan Jalan Selayang Pandang (SP) sebesar Rp77 miliar dengan skema anggaran pembangunan multiyears.

Ia mengakui, ada keterlambatan pelelangan pada tahun 2019.

Hal itu dikarenakan, OPD masih belum siap dokumen pendukung tendernya.

”Dokumen pendukungnya antara lain yakni, kerangka rencana kontrak dan lainnya,” paparnya.

Lanjut dia, pihaknya berupaya agar mempercepat pelelangan dan salah satu adalah melakukan sosialisasi.

Kemudian, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris SH juga telah melakukan evaluasi.

Ia menambahkan, saat ini pelelangan tidak ada kendala lagi karena sinyal sudah baik.

Selain itu, kendala lainnya yakni mati lampu sudah dapat diatasi dengan disiapkannya baterai.

”Pengumuman lelang pabila sesuai dengan jadwal itu, untuk fisik itu dari 3 minggu, sampai dengan 1 bulan. Sedangkan untuk konsultan itu, agak lebih lama yakni dari 40 atau 60 hari kerja,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Tety menyampaikan OPD) lamban menyerahkan dokumen lelang.

Sehingga, proses pengerjaan proyek kerap tak selesai sesuai tenggat waktu yang tertera dalam kontrak.

Informasi sebelumnya yang terbit di Tanjungpinang Pos, Kamis (4/4) lalu lelang proyek pembangunan Jalan Selayang Pandang (SP) mengalami keterlambatan dan diperkirakan pada rentang waktu antara bulan Mei atau Juni 2019 mendatang.

Keterlambatan tersebut, diakibatkan saat ini Dinas Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) masih menunggu hasil kajian kedalaman pancang untuk pondasi.

Kajian pondasi tersebut, akan keluar pada awal bulan April ini.

Seperti diketahui, Jalan SP merupakan jalan poros yang menghubungkan kota Tarempa ke daerah sekitarnya seperti Tanjung Momong, Antang bahkan kantor Bupati Anambas di Pasir Peti.

Tak dapat dapat dipungkiri, robohnya jalan SP akibat hantaman ombak musim Utara sepanjang hampir 10 meter membuat lumpuh aktivitas warga.

Sehingga, Pemerintah Daerah terpaksa membuat jalan alternatif dengan menggunakan gertak kayu.

Mengingat, jalan alternatif lainnya yakni bukit aduhai terlalu riskan karena jalan yang sempit dan disampingnya terdapat jurang yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala DPUPR Kabupaten Kepulauan Anambas, Khairul Anwar mengatakan, sebenarnya perencanaan pembangunan Jalan SP tersebut telah dibuat sejak tahun 2013 silam.

Karena terlalu lama, maka kembali dilakukan kajian terhadap kedalam tiang untuk pondasi.

”Saat ini kita masih menunggu hasil kajian itu keluar, dan dari informasi yang disampaikan akan keluar pada awal April ini,” kata Khairul, Senin (1/4) lalu. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here