50 Persen Pekerja Belum Masuk BPJS KT

0
496
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri, Eko Yuyulianda memberikan pemaparan.

PALEMBANG – Diprediksi baru 50 persen pekerja di Kepri yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu sekitar 500 ribuan dari 900 ribuan lebih pekerja.

Hal ini dikatakan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri, Eko Yuyulianda saat menggelar press gathering di Riverside Restoran Kota Palembang, Minggu ( 30/6). Ikut serta 16 media terdiri dari cetak dan online di wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

Bertemakan “Sinergi Bersama Media Mewujudkan Penerapan Tata Kelola Kelembagaan yang Baik untuk Memajukan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.”

Ia menuturkan, peserta dari tiga provinsi tersebut sejumlah 1.814.609 tenaga kerja aktif. Terdiri dari 1.046.778 sektor pekerja penerima upah (formal) dan sekitar 134.161 sektor pekerja bukan penerima upah (informal). Selain itu dari kategori tenaga kerja aktif proyek jasa konstruksi mencapai 633.670 tenaga kerja.

Baca Juga :  Takjub! Berbagai Suku Kompak Gotong Royong Bareng Polisi di Penyengat

Jumlah peserta terbanyak dari Riau namun secara presentasi belum maksimal yaitu 30 persenan dari jumlah pekerja di Riau. Begitu juga dengan Sumbar masih rendah yaitu 15 persen.

Eko menuturkan, ini masih menjadi tugas utama memastikan seluruh pekerja terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya perlu bekerjasama dengan berbagai stakeholder. Diantaranya, pemerintah daerah, Kejaksaan Tinggi dan Negeri, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Desa maupun Pasar di beberapa daerah dan juga kanal akuisi kepesertaan melalui Agen Perisai.

Ia berharap, kepedulian muncul setelah ada musibah karena pemerintah tidak hadir memberikan bantuan melalui lembaga BPJS Ketenagakerjaan. Ia mencotohkan kasus baru-baru ini di Medan, bahwa 30 pekerja yang terkena musibah hanya satu orang yang memiliki jaminan. Lainnya belum didaftarkan perusahaan.

Baca Juga :  Jangan Ada Titipan Saat Open Bidding

“Setelah kajian ini baru kepedulian hadir, meminta pemerintah hadir memberikan santunan atau bangunan, tetapi kami tidak bisa memberikan itu karena belum terdaftar menjadi peserta,” ucapnya.

Dituturkannya, jangan sampai ada musibah yang sama lagi, ini menjadi pelajaran bahwa seluruh pekerja memiliki jaminan. Mulai dari Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.

“Dua lembaga ini berjalan seiringan. Lembaga BPJS Kesehatan untuk mengcover kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan memberi perlindungan terkait JKK,JKM, JHT dan pensiun,” paparnya.

Ditambahkannya, pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan, Kanwil Sumbar, Riau dan Kepri telah membayarkan jaminan kepada 41.323 peserta dengan jumlah nominal sebanyak 350 miliar lebih. Pembayaran jaminan terbanyak dari program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan total 29.518 kasus dengan minimal Rp 296 miliar.

Baca Juga :  Senam Sehat Tutup Hari Jadi Kepri

Ia menuturkan, di 2018 lalu BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri telah bekerjasama dengan 484 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Eko menuturkan, kini BPJS ketenagakerjaan bekerjasama dengan Balai Latihan kerja melalui program Return To Work ( RTW ) dengan memberikan pelatihan kepada peserta yang mengalami kecacatan. Saat ini, telah ada 5.651 perusahaan yang telah berkomitmen mendukung program tersebut. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here