513 Kg Bom Ratakan Kapal Nelayan Asing

0
1008
DILEDAKKAN: Dua kapal nelayan asing diledakkan di perairan Natuna.F-hardiansyah/tanjungpinang pos

Maling Ikan yang Tertangkap di Laut Natuna 

Garang di laut. Sikap ini masih terus ditunjukkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudji Astuti. Puluhan kapal nelayan asing di Natuna kembali diledakkan, Sabtu (1/4).

Natuna – TAK main-main. Sebanyak 29 Kapal Ikan Asing (KIA) diledakkan di laut dengan menggunakan 513 Kg bom.

Api membubung dan asap hitam mengepul tinggi saat kapal-kapal pencuri ikan itu diledakkan dari jarak jauh. Tujuannya, untuk memberi efek jera.

Menteri Susi meledakkan kapal secara nasional. Ini merupakan sikap pemerintah Indonesia atas keberadaan kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia.

Proses pemusnahan kapal asing ini dipimpin langsung Menteri Susi yang saat itu tampil sebagai inspektur upacara pada kegiatan itu dengan pusat komando di wilayah Ambon, Provinsi Maluku.

Eksekusi KIA kali ini dilaksanakan dengan cara ditenggelamkan yang mana bagian lambung kapal-kapal itu diledakkan dengan bom terlebih dahulu.

Tepat pada pukul 11:00 WIT atau bertepatan dengan pukul 09:15 WIB, kegiatan eksekusi perdana dilakukan dengan komando langsung dari Menteri Susi lewat jalur live streaming. Peledakan KIA diawali dengan aba-aba hitungan 10 mundur.

Baca Juga :  Tanjungpinang Pos Raih Sertifikat Verifikasi Dewan Pers

Untuk Natuna, kegiatan eksekusi dilaksanakan di Perarian Pulau Sabang Mawang (SBM), Kecamatan Pulau Tiga pada seputaran titik koordinat 03°35.827′ N – 108° 07.233′ E di wilayah perairan dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Ranai, Letkol Laut (P), Toni Herdjanto. Kegiatan itu juga dihadiri oleh sejumlah pihak di antaranya Kejaksaan Negeri Natuna dan Satgas 115 selaku bagian dari tim eksekutor utama.

Hadir juga Pengadilan Negeri Ranai selaku penanggungjawab, Polres Natuna, Kodim Natuna, Lanud Raden Sadjad Natuna dan PSDKP SBM yang juga sama-sama turut sebagai penanggungjawab.

”Alhamdulillah, kegiatannya berjalan lancar. Kegiatan ini ditopang oleh cuaca dan kondisi laut yang bagus serta persiapan yang matang. Dan kita juga bersyukur tidak ada gangguan gelombang udara, sehingga komando live streaming secara nasional tidak terganggu,” kata Letkol Toni di Kapal Hiu Macan, usai kegiatan.

Ia menjelaskan, pada kegiatan itu ada 89 unit KIA yang dieksekusi secara nasional dan di Natuna terdapat 29 KIA. Kapal-kapal ini merupakan kapal yang berhasil ditangkap oleh TNI AL dan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Baca Juga :  Subterminal Jalan Merdeka Tempat Antar Jemput Turis

Di Natuna, kegiatan penenggelaman KIA dilakukan secara berkala karena pertimbangan waktu yang tidak memungkingkan bila dilakukan penenggelaman sekaligus.

Tahap pertama petugas menenggelamkan 10 unit KIA dan akan dilanjutkan dengan penenggelaman 3 unit KIA setelah istrihat salat dan makan (Isoma) tanpa dihadiri oleh tamu VIP. Dan untuk KIA lainnya akan dilaksanakan pada kesempatan berikutnya.

Penenggelaman di lakukan oleh tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) Satuan Armada Barat (Satarmabar) dengan menerjunkan 9 personel Pasukan Katak yang diketuai Kapten Laut (P) Firman. Kapal-kapal itu diledakkan dengan bahan peledak (Handak) 513 Kg.

”Ukuran kapalnya macam-macam dan kapal-kapal ini ada yang ditangkap tahun lalu dan ada juga yang ditangkap tahun ini. Langkah ini juga bagian dari upaya pengamanan laut yang efektif,” sebut Letkol Toni tanpa menyebutkan negara asal muasal kapal -kapal itu.

Kasipidum Kejari Natuna, Waher Tarihoran, SH MH mengaku lega dengan usainya kegiatan penenggelaman. Karena kegiatan itu merupakan proses penegakan hukum yang telah melalui proses inkrah.

Baca Juga :  Dikirim Secara Ilegal Melalui Dua Negara

”Tentunya kami dari Kejaksaan merasa lega karena dengan ini berarti proses hukum sudah tuntas. Dan yang terpenting manfaatnya bagi keamanan laut. Semoga laut Natuna aman sepanjang masa,” pungkasnya.

Kegiatan itu dikawal oleh sejumlah unsur Pengamanan (Pam) Laut seperti KRI WIR, KAL Sengiap, KAL Panda, Sea Rider (pergerakan mobile) dan Hiu Macan 3605 sebagai kapal onboard VIP.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki salah-satu garis pantai terpanjang di dunia. Setiap tahun diperkirakan kehilangan 6,7 juta ton ikan dan dirugikan ratusan triliun rupiah tiap tahun.

Natuna merupakan salah satu wilayah yang paling diincar nelayan asing untuk mencuri ikan. Wilayah ini sangat luas dan banyak ikannya. Sehingga, kerugian warga Natuna cukup besar akibat kasus pencurian itu.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here