526 Ibu dan Anak yang Bermasalah Didampingi DP3APM

0
207
Misni

TANJUNGPINANG – Sebanyak 294 kaum perempuan Kepri dan 227 anak yang mengalami persoalan tahun 2018 telah mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kepri Misni mengatakan, total kaum perempuan dan anak yang didampingi selama tahun 2018 di Kepri 526 orang.

”Data ini yang masuk ke sistem pengaduan kita. Kita sudah ada aplikasinya dan pengaduan masuk ke sana. Pengaduan itu langsung ditanggapi DP3APM kabupaten/kota. Kita baru merekap data-datanya,” ujar Misni via ponselnya, Selasa (9/4).

Dijelaskannya, untuk kasus yang dialami kaum perempuan Kepri, jumlahnya menurun dibandingkan tahun 2017 lalu. Bersarkan data yang mereka terima dari kabupaten/kota, korban kaum perempuan tahun 2017 lalu adalah 37/1.000 orang. Sedangkan tahun 2018 menjadi 33/1.000 orang. Saat ini, tambah Misni, trend kasus yang dialami kaum perempuan di Kepri adalah kekerasan. Banyak ibu-ibu jadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Penyebabnya karena beberapa faktor baik itu ekonomi, pihak ketiga dan lainnya. Sedangkan kasus yang banyak dialami anak yaitu seksual. Adapun yang dialami kaum perempuan Natuna tahun 2018 yakni, fisik 1 kasus, psiskis 4 kasusu, seksual 1 kasus, ekspoloitasi 1 kasus. Trafiking, penelantaran dan lainnya tidak ada.

Di Batam, fisik 35 kasus, psikis 35 kasus, seksual 20 kasus, eksploitasi 7 kasus, trafiking 43 kasus, penelantaran 30 kasus lainnya 8 kasus.

Tanjungpinang, fisik 22 kasus, psikis 8 kasus, seksual 21 kasus. Ekspolitai dan traficking kosong. Penelantaran 6 kasus dan lainnya 30 kasus. Bintan, fisik 2 kasus, psikis 2 kasus, seksual 1 kasus, lainnya 1 kasus. Eksploitasi, traficking dan penelantaran kosong.

Karimun, fisik, psikis, seksual, lainnya, eksploitasi, traficking dan penelantaran kosong. Anambas, fisik, psikis, seksual, lainnya, eksploitasi, traficking dan penelantaran kosong. Lingga, fisik 2 kasus, psikis 3 kasus, seksual 1 kasus, eksploitasi 1 kasus lainnya 4 kasus. Traficking dan penelantaran kosong. Adapun jumlah kasus anak 2018, Tanjungpinang (fisik 7 kasus, psikis 1 kasus, seksual 19 kasus, penelantaran 8 kasus, lainnya 40 kasus, eksplotasi dan trafiking kosong).

Batam (fisik 22 kasus, psikis 14 kasus, seksual 22 kasus, eksloitasi 7 kasus, penelantaran 27 kasus, lainnya 30 kasus. Trafiking kosong).

Natuna (fisik 1 kasus, seksual 1 kasus, lainnya 4 kasus, psiskis, eksploitasi, traficking dan penelantaran kosong).

Bintan (fisik 5 kasus, psikis 2 kasus, seksual 1 kasus, lainnya 1 kasus. Eksploitasi, traficking dan penelantaran kosong). Karimun (seksual 3 kasus. Fisik, psikis, eksploitasi, traficking penelantaran kosong). Aambas (seksual, fisik, psikis eksploitasi, traficking penelantaran kosong). (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here