530 Perawat Diambil Sumpah Profesi

0
85
Pengambilan sumpah propesi perawat, Sabtu (21/9). f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sebanyak 530 perawat di Kota Tanjungpinang diambil sumpah profesi. Pengambilan sumpah janji yang digelar di Hotel Bintan Beach Resort (BBR) di Jalan Pantai Impian Tanjungpinang, Minggu (22/9).

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Kepri, Adil Candra, S.Kep.Ners.M.Kep memimpin pengambilan sumpah propesi perawat, serta diikuti oleh seluruh perawat yang hadir dalam kegiatan pengambilan sumpah diadakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kota Tanjungpinang.

Perawat yang sudah mengambil sumpah perawat berdinas di RSUD Kota Tanjungpinang, RSAL Dr Midiyato Suratani Tanjungpinang, Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri.

”Jaga etika perawat. Jaga pasien kita,” ucap Adil Candra, S.Kep.Ners.M.Kep kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (22/9).

Pesan Adil Candra, perawat harus selalu belajar dan belajar. Tingkatkan pendidikan keperawatan.

Jangan berhenti mendapat pendidikan hanya di D3 keperawatan saja. Raih ilmu keperawatan sampai ke propesi ners.

Ners merupakan profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD PPNI Kota Tanjungpinang, Nurwanis,S.Kep.Ners mengatakan, 530 perawat yang sudah mengambil sumpah perawat berasal dari 6 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) dibawah DPD PPNI Kota Tanjungpinang.

Ada dari DPK RSUD Kota Tanjungpinang, RSAL Dr Midiyato Suratani Tanjungpinang, RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri, Poltekes, Stikes Hang Tua dan Dinkes Kota Tanjungpinang.

Mereka ini, lanjut Nurwanis, sudah pernah mengambil sumpah pada saat wisuda di institusi masing-masing.

Hanya saja, mereka tidak memiliki legalitas pengambilan sumpah (sertifikat sumpah keperawatan) pada saat kelulusan di 2015 lalu sampai ke bawah.

Karena legalitas pengambilan sumpah perawat sangat penting. Sebab, sertifikat pengambilan sumpah perawat salah satu syarat perawat untuk mengurus Surat Tanda Regiatrasi Keperawatan (STRP) nanti.

”Mumpung diadakan pengambilan sumpah ini. Meskipun mereka (perawat, red) sudah ada STRP. Nanti, mereka akan lakukan perpanjangan STRP lagi,” terang diam

STRP, tegas dia, penting dimiliki seorang perawat disaat ingin masuk ke dunia pekerjaannya. Baik itu perawat bekerja di rumah sakit, kantor Dinas Kesehatan sampai dengan Puskesmas.

Ia mengharapkan, perawat untuk mengoptimalkan komitmennya sesuai janji yang sudah diucapkan pada pengambilan sumpah perawat.

”Bahwa kita harus profesional dalam memberikan keperawatan pada pasien tanpa memilih. Baik itu dari suku pasien, ekonomi, uaia sampai kelompok,” sebut dia.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang, Rustam berpesan, perawat harus menunjukkan komitmen, jaga etikat para perawat pada janji dan sumpah yang diucapkan.

Komitmen untuk memberikan pelayanan kepada seluruh manusia tanpa memandang suku bangsa. Ini mudah diucapkan. Tapi, dalam praktek sulit dipraktekkan.

Komitmen untuk memberikan perhatian setiap pasien yang ditangani. Perlakukan pasien selayaknya manusia.

”Kita tidak boleh berhenti menuntut ilmu dari D3. Lanjuti ke D4, S1, nest dan doktor,” ucap dia.

Lalu, perawat saling menghargai sesama perawat. Kalau ada teman yang salah langsung ditegur. Jangan di ujat.

Perawat juga harus membangun jejaring dengan profesi lainnya, seperti tenaga kesehatan berada di laboraturium, medicalrekor sampai tenaga kebersihan. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here