543 Surat Suara Pilwako Dibakar

0
84
Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasution bersama dua Komisioner KPU serta Panwaslu Kota Tanjungpinang membakar surat suara sisa dan rusak disaksikan pihak Kepolisian dari Polres Tanjungpinang, Selasa (10/7). F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang memusnakan sebanyak 543 lembar surat suara Pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang. Pemusnaan dilakukan di Kantor Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang di Jalan Handjoyo Putro, Km 8 Atas Tanjungpinang, Selasa (10/7).

Surat suara yang dimusnahkan terdiri dari, 182 lembar surat suara rusak dan 361 lembar surat suara sisa. Dari 182 lembar surat suara rusak, ada yang sobek, belum terpotong (masih menyatuh) hingga terdapat bercak tinta. Rusak surat suara tersebut, sudah dari perusahaan swasta yang mencetak surat suara Pilwako Tanjungpinang tahun 2018.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasution didampingi dua Komisioner KPU Kota Tanjungpinang serta Panwaslu Kota Tanjungpinang langsung membakar surat suara tersebut.

Kepolisian dari Polres Tanjungpinang menyaksikan pembakaran surat suara bergambar dua pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang.

Baik paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nomor urut 1 (H Syahrul-Rahma) dan paslon nomor urut 2 (H Lis Darmansyah-Maya Suryanti). Sebelum dibakar, surat suara tersebut dibawa menggunakan mobil dinas KPU Kota Tanjungpinang, dari Kantor Polres Tanjungpinang ke Kantor Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang. Selama dalam perjalanan, surat suara berada di dalam kotak dikawal ketat oleh Kepolisian dari Polres Tanjungpinang.

Menurut Aswin Nasution, proses pemusnahan surat suara dengan cara dibakar sudah sesuai prosedur. ”Ini dari hasil rapat internal kita semalam. Jadi, hari Selasa ini baru dilakukan pemusnahan surat suara tersebut,” kata Aswin Nasution.

Awalnya, kata Aswin, proses pemusnahan surat suara dengan cara dibakar memang dilakukan di Kantor Polres Tanjungpinang. Tapi, halaman Kantor Polres Tanjungpinang digunakan untuk kegiatan Bhayangkara. Jadi, proses pemusnahan surat suara dengan cara dibakar dilakukan di Kantor KPU Kota Tanjungpinang.

Sambung mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Tanjungpinang ini, akan membuat laporan terkait proses pemusnahan surat suara Pilwako Tanjungpinang tahun 2018. Pasalnya, laporan tersebut akan dikirim ke KPU RI melalui KPU Provinsi Kepri.

”Yang intinya, kita (KPU, red) sudah melakukan proses pemusnahan surat suara rusak dan sisa di Pilwako Tanjungpinang tahun 2018,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here