5,5 Kg Sabu dan Ekstasi Dipasok dari Malaysia

0
658
EKSPOS: Kapolres Tanjungpinang menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi, Rabu (29/11). Foto di bawah para pelaku kurir internasional saat diamankan. f-raymon/TANJUNGPINANG POS

Kurir Narkoba Pura-pura Memancing di Pelantar

Polisi menangkap Amiruddin (24) warga Berakit dan Hardiandra (31) warga Lingga sebagai kurir narkoba internasional, Senin (27/11) di perairan Pelantar Sulawesi.

TANJUNGPINANG – Polisi berhasil menggagalkan pengiriman narkoba seberat enam bungkus jenis sabu-sabu seberat 5.580,12 gram. Ekstasi warna pink berlogo B sebanyak 847 butir, ekstasi warna orange berlogo B sebanyak 891 butir dan ekstasi warna abu-abu sebanyak 100 butir.

Ini tangkapan terbesar kedua tahun ini. Sebelumnya, BNN Tanjungpinang dan BNN Kepri mengamankan gembong yang berusaha menyelundupkan 90 kilogram sabu asal Malaysia di Dompak, Tanjungpinang, tahun lalu.

Narkoba yang diamankan kemarin, rencananya akan dikirim ke luar Kepri lewat jalur laut. Jaringan narkoba internasional masih diburu Sat Narkoba Polres Tanjungpinang. Sabu-sabu tersebut dikemas bungkus kemasan teh merek Guanyinwang.

Modusnya, para kurir berpura-pura memancing untuk mengelabui para petugas saat menjemput narkoba di perairan Berakit, Bintan. Kurir mengambil sabu-sabu di perairan Berakit kemudian dibawa ke Perairan Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, penangkapan kedua kurir ini sudah lama menjadi target operasi. Satu bulan lalu mendapatkan informasi bahwa akan adanya transaksi narkoba yang berasal dari Malaysia dari Berakit.

Mendapat laporan tersebut Polres Tanjungpinang langsung membentuk tim khusus yang dipimpin langsung Waka Polres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmansyah untuk melaksanakan penyelidikan terkait dengan distribusi delivery narkoba.

”Tim mendapat informasi bahwa speedboat yang digunakan kurir ini berada di perairan Pelantar I dan langsung melakukan pengejaran,” saat ekspos hasil tangkapannya, Rabu (29/11).

Kapolres menyebutkan, tim berhasil menghentikan speedboat tersebut yang mana di dalam speedboat tersebut ditumpangi oleh dua tersangka. Dan saat diperiksa mereka mengaku membawa boat dari perairan Berakit Bintan yang membawa narkoba.

”Sabu-sabu diakui oleh tersangka sebagai kurir, diakuinya barang ini berasal dari Malaysia,” sebutnya.

Narkoba tersebut direncanakan akan didistribusikan keluar Kepri, Tanjungpinang hanya dijadikan tempat transit saja.

Menurutnya, kedua pelaku merupakan warga Indonesia. Amiruddin warga Berakit dan Hardiandra warga Lingga. Dari pengakuan tersangka baru satu kali menjadi kurir dengan upah sebesar Rp5 juta.

”Keduanya berangkat ke Malaysia mengambil barang baru pulang lagi ke Kepri dan masuk ke Tanjungpinang, kasus ini juga masih dilakukan pengembangan,” jelasnya.

Selain narkoba polisi juga mengamankan barang bukti lainnya yakni satu unit speedboat kapal pancung warna biru bergaris merah dengan mesin Yamaha Enduro 40 PK, satu buah tas warna hitam, satu buah tas jinjing warna merah, satu unit handphone merek Nokia, satu unit handphone merek Samsung dan satu unit handphone merek Strawberry. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

”Pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 miliar,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan barang bukti yang banyak, Waka Polres Kompol Andy Rahmansyah menyebutkan, setelah mendapati penetapan dari pihak kejaksaan maka segera mungkin barang bukti ini akan dimusnahkan.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here