573 Titik, Potensi PAD Rp26 M

0
803
Amsakar Achmad

Dishub Petakan Lahan Parkir

BATAM – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam melakukan pemetaan potensi parkir di Batam. Hasil studi ditemukan 573 titik parkir pinggir jalan dengan potensi pendapatan sekitar Rp 26 miliar dalam setahun. Saat ini, Dishub diminta untuk segera menyiapkan langkah dalam memaksimalkan potensi retribusi parkir. Jika tidak bisa dijalankan tahun ini, diharapkan tahun 2018 mendatang, sudah bisa dijalankan.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Sabtu (23/9) di Batam mengatakan, Dishub sudah melakukan studi pemetaan potensi, dan baru saja selesai. Dari studi itu, Amsakar berharap, Dishub bisa segera melakukan langkah-langkah untuk memaksimalkan potensi retribusi parkir yang ada di Batam. ”Kami ingin ada langkah setelah studi pemetaan potensi selesai. Supaya potensi dapat dimaksimalkan,” kata Amsakar.

Baca Juga :  Awal 2018, RBB Gelar Milad Pertama

Diakui Amsakar, retribusi parkir di tepi jalan umum termasuk sumber pemasukan ke kas daerah yang belum sesuai harapan. Awalnya, ditargetkan Rp30 miliar. Namun, dievaluasi dan diturunkan menjadi Rp6 miliar. ”Tapi sampai September 2017 sekarang realisasinya baru sekitar Rp3 miliar,” katanya.

Karena itu, pihaknya mengintruksikan ke Dishub melakukan studi pengelolaan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya pembenahan untuk menerapkan jumlah juru parkir (jukir) ideal dalam satu titik lokasi. Demikian dengan potensi angka yang bisa didapat dalam satu titik parkir. ”Ini kita lakukan untuk menghasilkan pendapatan maksimal dan mengefektivitaskan pengeluaran,” harapnya.

Baca Juga :  Rudi Sebut Daya Tampung Sekolah Masih Kurang

Amsakar sendiri mengakui kalau saat ini, capaian parkir belum terpenuhi. Namun di sisi lain, ada sisi belanja untuk gaji jukir yang harusnya bisa dihemat pengeluarannya.  ”Perlu ada sistem penggajian dan pengelolaan parkir yang efektif,” harapnya.

Pemko Batam sendiri sejak beberapa tahun lalu, menggagas parkir berlangganan. Dimana, pembayaran parkir dilakukan setiap warga membayar pajak kendaraan. Namun kemudian, pelaksanaan tidak pernah berjalan. Ranperda yang disiapkan juga tidak berjalan.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan, informasi yang mereka terima dari Dishub, direncanakan penerapan aplikasi berbasis elektronik. Hal itu untuk memaksimalkan potensi parkir kedepan.  ”Dari hasil studi pemetaan, di Batam ini ada 573 titik parkir. Potensi yang bisa didapat sekitar Rp 26 miliar dalam setahun,” kata Ardi.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here