0
626
Telur penyu: Penjualan telur penyu di Pulau Tambelan yang sudah menjadi ciri khas wilayah tersebut. F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

TAMBELAN – Telur penyu dari daerah Tambelan, selama ini dikenal lebih cenderung dijual atau dikonsumsi rumah tangga. Tapi saat ini, tidak lagi untuk kepentingan ekonomi. Justru sebagian dikembangbiakan atau ditetaskan di lokasi konservasi.

Telur penyu yang kaya akan gizi dan sangat melimpah di pulau terdepan Kabupaten Bintan ini, kini tidak dieksploitasi secara menyeluruh, melainkan dilindungi dan dilestarikan sebagiannya. Wajar, jika datang ke Tambelan, di sepanjang jalan di kecamatan tersebut menjajakan telur penyu, baik yang mentah maupun sudah dimasak.

Sebagian besar orang dari luar Tambelan, juga sudah sangat mengenal Tambelan sebagai wilayah yang paling banyak menghasilkan telur penyu. Dan pastinya, makanan tersebut selalu menjadi buah tangan.

Mak Long Syah, seorang penjual telur penyu mengatakan, meski jumlah telur penyu yang diambil dari pulau-pulau kecil sekitar Tambelan cukup banyak, namun penjualan telur penyu tidak sebanyak tangkapan tersebut.

”Kalau sekarang sudah semakin sedikit, ada 2 jenis yang dijual, satu jenis telur penyu dijual seharga Rp 1.500 per butir. Dan kedua, jenis sisik yang dijual Rp 1.000 per butir,” katanya.

Sementara itu, Abdullah, pencari telur penyu mengatakan, saat ini 60 persen telur penyu di wilayah Tambelan sudah dikonservasi, dan dilepaskan saat sudah cukup dewasa.

”Pemerintah sudah memberikan edukasi, kini masyarakat juga sudah peduli. Misalnya ada 5 lubang telur penyu, hanya 2 saja yang diambil dan dijual telurnya, 3 lubang lagi dibiarkan atau dikonservasi hingga layak dilepaskan ke laut,” sebutnya.

Meski demikian, lanjutnya, jumlah penjualan telur penyu tetap banyak, hal ini karena jumlah penyu yang bertelur memang sangat banyak di Tambelan.

”Di sini, asal ada pantai yang berpasir saja, di situ pasti banyak penyu yang bertelur,’ katanya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here