581 Bacaleg Terancam Dicoret

0
327
Ketua KPU Provinsi Kepri Sriwati (empat dari kanan) didampingi komisioner KPU lainnya menyerahkan hasil verifikasi berkas pencalonan anggota legislatif Provinsi Kepri ke LO masing-masing parpol di kantor KPU Kepri di Tanjungpinang, Sabtu (21/7). F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Sebanyak 581 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk DPRD Provinsi Kepri, terancam dicoret oleh KPU Provinsi Kepri. Sebab, baru 10 persen persyaratannya yang lengkap. 90 persen lainnya persyaratannya belum lengkap.

TANJUNGPINANG – Bila mereka belum bisa melengkapi hingga 31 Juli ini, maka semua Bacaleg DPRD Kepri bakal dicoret. Umumnya, Bacaleg tidak menyertakan rincian hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit dan ada juga yang tidak melampirkan hasil pemeriksaan urine sebagai tanda bebas dari narkoba.

Sabtu (21/7), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri telah menyerahkan berkas hasil verifikasi dokumen pencalonan anggota legislatif tingkat Provinsi Kepri di Kantor Sekretariat KPU Provinsi Kepri di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang.

Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati langsung menyerahkan dokumen tersebut ke LO (Liaison Orgenizer) masing-masing partai politik (parpol). Baik itu berkas hasil verifikasi pencalonan anggota legislatif sudah diterima LO dari PKB, Partai Gerindra, PDIP, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Garuda, Partai Berkarya, PKS, Perindo, PPP, PSI, PAN, Partai Hanura, Partai Demokrat, PBB, PKPI

”90 persen masih ada kekurangan berkas pencalonan anggota legislatif. Artinya, berkas yang dimiliki bakal calon anggota legislatif belum memenuhi syarat atau BMS,” kata Devisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Kepri, Arison kepada Tanjungpinang Pos, Sabtu (21/7).

Selama masa verifikasi berkas pencalonan anggota legislatif, Arison mengatakan, pihaknya banyak menemukan bakal calon anggota legislatif hanya menyerahkan surat keterangan bebas narkoba. Tapi, bukti rincian hasil pemeriksaan dari tim medis tidak dilampirkan hingga ditunjukkan ke KPU Provinsi Kepri. Pihaknya meminta kepada bakal calon anggota legislatif yang diusung oleh parpol tersebut, untuk segera melampirkan rincian hasil pemeriksaan bebas narkoba tersebut. ”Kita tidak tahu, apa saja yang diperiksa. Tiba-tiba kita terima surat bebas narkoba,” ucap dia.

Begitu juga dengan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit. KPU minta surat keterangan kesehatan dari rumah sakit secara rinci. Agar pihaknya tahu, bahwa bakal calon anggota legislatif benar-benar sehat dengan bukti rincian hasil pemeriksaan dari tim medis di rumah sakit tersebut. ”Jangan bilang fit. Tapi, kita tidak tahu, apa yang fit. Bukti hasil pemeriksaan secara rinci itu yang perlu dilampirkan,” terangnya.

Kemudian, kata dia, dokumen riwayat hidup yang tidak lengkap diisi oleh bakal calon anggota legislatif tersebut. Salah satunya, tidak mencantumkan hingga ditulis pendidikan terakhir bakal calon anggota legislatif tersebut. Apakah bakal calon anggota legislatif memiliki pendidikan terakhir SMA, S1, S2 dan sebagainnya, yang belum diketahui oleh KPU. ”Hal-hal kecil seperti ini, yang perlu dilengkapi oleh bakal calon anggota legislatif tersebut,” mintanya.

Ia yakin, pengurus parpol bisa melengkapi berkas pencalonan anggota legislatif, dua sampai tiga hari ke depan. Tapi, dengan catatan bakal calon anggota legislatif yang diusung oleh parpol tersebut serius untuk ikut kontenstan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019. Terakhir, syarat harus dilengkapi 31 Juli ini.

Kalau tidak dilengkapi berkas pencalonan anggota legislatif, maka KPU Provinsi Kepri memiliki hak untuk mencoret nama bakal calon anggota legislatif dari parpol teresebut. Artinya, bakal calon anggota legislatif gugur alias tidak bisa bertarung di Pileg tahun 2019 mendatang.

”Kalau tidak bisa melampirkan rincian hasil kesehatan, Bacaleg terancam dicoret,” tegasnya. Sambung dia, bagi Bacaleg yang belum lengkap, masih ada waktu untuk melampirkannya kekurangan persyaratan tersebut. (ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here