60% Penderita Anak Muda

0
682
HARI AIDS SEDUNIA: H Lis Darmansyah, Kapolres AKBP Ardianto Tedjo Baskoro, saat menghadiri hari AIDS Sedunia di Gedung Gonggong, Minggu (3/12). f-ist/humas pemko tanjungpinang

Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Kepada Pelajar

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, 60 persen dari total penderita HIV/AIDS di Indonesia adalah kalangan muda di Indonesia.

TANJUNGPINANG – Artinya, perlu ada upaya khusus mencegah pelajar dan generasi muda Tanah Air terkena penyakit tersebut.

Wali Kota H Lis Darmansyah meminta semua pemangku kepentingan secara bersama-sama mendorong upaya pencegahan HIV/AIDS untuk menekan angka penderita yang terus bertambah. Yang sangat menyedihkan ibu hamil juga banyak ditemukan menderita HIV.

Di Tanjungpinang di tahun 2014 telah diperiksa 1.978 ibu hamil dan ditemukan positif HIV 10 ibu. Tahun 2015 diperiksa 2.442 ibu hamil dan ditemukan positif HIV 8 ibu hamil. Di tahun 2016 diperiksa 3.236 ibu hamil dan ditemukan positif HIV 11 ibu hamil dan tahun 2017 diperiksa 2.985 ibu hamil dan ditemukan positif HIV 5 ibu hamil

Untuk mencegah warga Tanjungpinang tidak menderita HIV/AIDS, Pemko terus melakukan sosialisasi pencegahan, mulai dari kalangan pelajar SMP, SMA, SMK hingga masyarakat.

”Untuk mencegah meningkatnya angka pengidap HIV/AIDS, maka pelajar dan masyarakat perlu diberikan pemahaman terhadap pencegahan,” kata Lis Darmansyah saat memberi sambutan pada acara Peringatan Hari AIDS Sedunia 2017, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di dataran Gedung Gonggong, Tanjungpinang, Minggu (3/12).

”Penyebab penyakit HIV/AIDS salah satu karena melakukan seks bebas, narkoba, karena itu perlu dukungan kuat dari semua kalangan untuk melakukan sosialisasi secara terus menerus, agar mereka paham, tahu, dan mengerti bagaimana dampak dari bahaya penderita HIV/AIDS,” tegasnya.

Menurut Wali Kota, pencegahan dinilai semakin penting karena HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang penderitanya cukup banyak, sebab terkenanya bisa dari berbagai faktor. Mulai penggunaan narkoba, jarum suntik, pergaulan bebas atau hubungan intim.

Setiap tahun tercatat, ada 100 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru di Kota Tanjungpinang. 25 orang diantaranya meninggal dunia. Kendati demikian, ia mengatakan tidak semua penderita HIV/AIDS merupakan warga Tanjungpinang, melainkan 80 persen warga pendatang dari daerah lain.

”Tanjungpinang ini termasuk surga, dalam artian karena toleransi dan keramahan masyarakatnya yang tinggi, sehingga membuat penderita ODHA merasa tidak diasingkan, merasa dihargai sebagai manusia. Mereka itu manusia juga, yang harus kita perhatikan, kalau masyarakat tidak mau menerima mereka, kita tampung di Dinas Sosial. Kalau di daerah lain, mereka di tolak, untuk berobat saja mereka sulit, apalagi berada di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Lis.

Lis mengakui, penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan kalau semua masyarakat, khususnya pelajar mengetahui sumber penyakit itu sehingga sejak awal sudah dihindari atau diantisipasi.

Pencegahan paling efektif adalah dilakukan bekerja sama dengan keluarga yang merupakan orang terdekat.

”Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan melahirkan duta pencegah HIV/AIDS, yang nantinya membantu memberikan sosialisasi tentang bahaya virus HIV/AIDS, terutama bagi teman-teman di sekolah. Komitmen dalam diri kalian semua, jauhi narkoba dan pergaulan bebas. Bentengi diri dengan iman dan taqwa, yakinlah kalian akan maju menjadi generasi muda yang berhasil di masa depan,” ucap Wali Kota mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, menjelaskan saat ini penanggulangan HIV AIDS menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup kompleks. Sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak, mulai dari cakupan pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS, penguatan kualitas pelayanan kesehatan, regulasi yang tepat dan efektif, juga penghapusan stigma dan diskriminasi,” ucapnya

Ia menjelaskan peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini, mengusung tema ”Saya Berani, Saya Sehat!”. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap AIDS. ”Untuk itu, saya mengimbau masyarakat, terutama para pelajar agar berani melawan narkoba, berani melaporkan orang yang terlibat narkoba, dan jauhi pergaulan bebas,” ajaknya.

Dalam peringatan ini, siswa-siswi diberi penyuluhan tentang bahaya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), dan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), serta pencegahan penyakit HIV AIDS oleh Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, dan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepri.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here