61 Ribu KTP-el Belum Dicetak

0
498
KTP-el: Dua mahasiswi di Tanjungpinang menunjukkan KTP-el miliknya masing-masing yang dibuat di Disdukcapil. F-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Masih puluhan ribu masyarakat Tanjungpinang yang belum memiliki KTP-el. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang yang diperoleh Tanjungpinang Pos, sebanyak 61.000 jiwa masuk daftar tunggu pencetakan KTP-el. Mereka ini sudah melakukan perekaman KTP-el. Perekaman KTP-el yang dilakukan masyarakat di Kantor Camat masing-masing, saat masih ada mesin perekam KTP-el.

Saat ini, mesin perekam hingga cetak KTP-el milik Kantor Camat sudah pada rusak dan sudah dikirim ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta. Jadi, sekarang masyarakat ingin melakukan perekaman KTP-el langsung datang ke Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang, yang berada di Jalan Kijang Lama Tanjungpinang. ”Alhamdulillah, kita sudah cetak 2.000 KTP-el. Dan juga kita sudah bagikan KTP-el ke masyarakat sesuai nama dan alamat tersebut,” kata Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (30/7).

Kalau 2.000 KTP-el sudah dibagikan ke masyarakat Tanjungpinang, lanjut mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang ini, daftar tunggu yang dimiliki Disdukcapil Kota Tanjungpinang sudah mulai berkurang.Sebelumnya, ada 63.000 jiwa yang masuk dalam daftar tunggu Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Sekarang tinggal 61.000 jiwa masuk dalam daftar tunggu. Meskipun KTP-nya belum bisa dicetak, 61.000 jiwa ini tetap mengantongi identitas diri yang dikeluarkan Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Yaitu surat keterangan (suket). Suket ini hanya dikeluarkan dan diserta tandatangan Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang yang masih menjabat, yaitu Irianto.

Suket tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk mengurus apa saja. Baik disaat masyarakat Tanjungpinang ingin mengurus surat di perbankan maupun lainnya. Karena didalam suket terdapat QR Code. “Suket ini sama fungsinya dengan KTP-el. Saat ini, suket hanya saja pengganti KTP-el sementara,” terang dia.

Ia optimis masyarakat Tanjungpinang bakal mengantongi KTP-el. Hanya saja, saat ini yang menjadi kendala adalah blanko KTP-el. Permasalahan blanko KTP-el tidak hanya terjadi di Tanjungpinang saja, tetapi juga dialami di semua daerah di seluruh Indonesia. ”Stok blanko KTP-el kita tinggal 4.000 lagi. Karena kita dulu hanya diberikan 6.000 blanko KTP dari pemerintah pusat,” terang dia.

Saat ini, pihaknya hanya mampu mencetak 30-35 KTP-el per satu unit mesin per hari. Kalau dikalikan 30 hari, mesin tersebut mampu mencetak 900-1.050 blanko KTP-el. ”Kita hanya punya satu unit mesin cetak KTP. Mudah-mudahan Pemko Tanjungpinang bisa bantu kita untuk beli mesin cetak KTP,” harap dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here