65.090 Anak Harus Imunisasi MR

0
330
BUPATI Karimun Aunur Rafiq memberikan penjelasan tentang pentingnya imunisasi MR bagi anak-anak seusia SMP, Rabu (1/8) di SMP Negeri 2 Tebing, Karimun. f-istimewa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan sebanyak 65.090 menjadi sasaran imunisasi MR. Tahap awal untuk pelaksanaan imunisasi dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tebing, Rabu (1/8).

KARIMUN – ”Pemerintah tetap melaksanakan imunisasi MR sebagaimana edaran dari Kementerian Dalam Negeri kepada Gubernur Kepri, kemudian dilanjutkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota. Tetap harus dilaksanakan,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemkab Karimun Rahmadi mengatakan, Karimun ada sasaran imunisasi sebanyak 65.090 orang. Perlu diketahui, berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi maka imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak.

Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR diimunisasi rutin.

Untuk itu, diperlukan kampanye pemberian imunisasi MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. ”Pemberian imunisasi MR pada usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, dengan cakupan tinggi (minimal 95 %) dan merata diharapkan akan membentuk imunitas kelompok (herd immunity). Sehingga, dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi,” jelas Rahmadi.

Penyebab rubella adalah, lanjut Rahmadi, togavirus jenis rubivirus dan termasuk golongan virus RNA.

Ia menambahkan, virus rubella cepat mati oleh sinar ultra violet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Virus tersebut dapat melalui sawar plasenta, sehingga menginfeksi janin dan dapat mengakibatkan abortus atau Congenital Rubella Syndrome (CRS). Penyakit rubella ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk atau bersin.

”Virus dapat berkembang biak di nasofaring dan kelenjar getah bening regional, dan viremia terjadi pada 4 hingga 7 hari setelah virus masuk tubuh. Masa penularan diperkirakan terjadi pada 7 hari sebelum hingga 7 hari setelah rash,” ungkapnya.

Sementara untuk masa inkubasi rubella berkisar antara 14 hingga 21 hari. Gejala dan tanda rubella ditandai dengan demam ringan (37,2°C), dan bercak merah/rash makulopapuler disertai pembesaran kelenjar limfe di belakang telinga, leher belakang dan sub occipital.

Konfirmasi laboratorium dilakukan untuk diagnosis pasti rubella dengan melakukan pemeriksaan serologis dengan pemberian imunisasi campak dan rubella dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan.

”Vaksin MR diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5 ml. Vaksin hanya boleh dilarutkan dengan pelarut yang disediakan dari produsen yang sama. Vaksin yang telah dilarutkan, harus segera digunakan paling lambat sampai 6 jam setelah dilarutkan. Pada tutup vial vaksin terdapat indikator paparan suhu panas berupa Vaccine Vial Monitor (VVM),” katanya.

Vaksin yang boleh digunakan hanyalah vaksin dengan kondisi VVM A atau B. Kontraindikasi Individu yang sedang dalam terapi kortikosteroid, imunosupresan dan radioterapi Wanita hamilTujuan pelaksanaan kampanye imunisasi MR ini adalah untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/ CRS tahun 2020.

Tujuan khusus Meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, Memutuskan transmisi virus campak dan rubella, Menurunkan angka kesakitan campak dan rubella Menurunkan angka kejadian CRS. Terang Rahmadi mengahiri. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here