66 Kg Sabu Diamankan dari Bandara

0
529
Kapolda Kepri Didit memperlihatkan hasil pengungkapan sabu seberat 66 kg dari kargo di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (29/2). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Batam seagai daerah transit narkoba, semakin tidak terbantahkan. Terbaru, jajaran Polda Kepri bersama Bea Cukai berhasil mengungkap rencana pengiriman sabu seberat 66,043 kg. Sabu itu akan diseludupkan dari Singapura, melalui Batam dengan tujuan Jakarta. Pelaku melakukan pengiriman melalui jasa pengiriman (ekspedisi) milik PT IDL. Barang yang dicurigai itu akhirnya dilaporkan ke Polda.

Menurut Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi, Senin (29/1), barang haram diamankan, awalnya diungkap petugas Bea Cukai, yang bertugas di Cargo Hang Nadim, Batam. Pemeriksaan X-Ray, 16 Januari 2018, sekitar pukul 10.15 WIB, ditemukan barang yang diduga sabu pada 2 koli (4 Kardus).

Pengirim barang itu sendiri belum diketahui. Namun barang itu hendak dikirim dengan tujuann PT DC, di Pancoran 2 No 3 Jakarta Selatan. Selanjutnya, Petugas Direktorat Reserse Narkoba turun, setelah pihak Bea dan Culai melakukan koordinasi. Saat itu, petugas tidak langsung melakukan penangkapan.

”Untuk mengetahui alur jaringan penerima sabu, Ditresnarkoba membiarkan meloloskan sabu. Barang di antar jasa pengiriman hingga ke tangan penerima dengan pengawalaan ketat pihak Polda Kepri,” beber Didid.

Selanjutnya, pelaku dari singapura berkomunikasi dengan Jakarta akan terjadi pengiriman barang melalui Batam. Paket barang yang berisi narkoba tersebut dikirim dari Singapura, melalui jalur laut oleh PT. AEO tujuan Batam. Setiba di tempat tujuan, petugas mengamankan dua pelaku, sebagai kurir sabu sejak tahun 2015 dengan keuntungan Rp12 hingga Rp20 juta dalam sekali transaksi.

”Kita bongkar dua dardus besar ini ada 4 plastik besar deterjen merek Boom. Setelah dibongkar ada lagi 62 plastik teh berisi sabu yang totalnya ada 66.034 kg,” bebernya.

Kasus itu kemudian dikembangkan, dan diketahui jika sabu merupakan pesanan dari Mr BS yang termasuk dalam jaringan pengiriman antar provinsi. Dua pelaku kurir BW dan U kini sudah di amankan Ditresnarkoba Polda Kepri. BW alias AS alias MS Alias FL beralamat di Banjarmasin Timur Kalimantan Selatan. Sementara ZA Alias U Alias BP Alias AF di Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan.

”Jadi sabu ini setelah di Jakarta sabu ini di kirim. Ke Kalimantam, Medan dan Surabaya, Tanggerang, Batam dan daerah lainnya,” ungkap Didid.

Jalur pengiriman sabu oleh tersangka, diakui Medan ke Jakarta, Jakarta ke Surabaya, Palembang ke Surabaya, Pekanbaru ke Surabaya, Pontianak ke Surabaya, Batam ke Tangerang, Jakarta ke Banjarmasin. Modus operandinya saat pengiriman diakui bermacam-macam. Diantaranya, menaruh diselangkangan, dengan upah Rp12 juta hingga 14 juta.

Ada juga modus pengiriman dengan menggunakan mesin cuci bekas. (9,5 Kg) dengan upah sebesar Rp120 juta. Tersangka sendiri diakui, menggunakan identitas KTP palsu untuk mengambil paket sabu tersebut. ”Di lokasi tempat pengiriman terakhir di Perumahan Modern Land, Tangerang saat digeledah ditemukan beberapa unit mesin cuci bekas yang diduga digunakan sebagai alat penyimpanan shabu pada saat pengiriman tanggal 5 Januari 2018,” katanya.

Para tersangka, dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republuk Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.?Pelaku terancam dipidana dengan pidana mati,pidana penjara seumur hidup,atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimun.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here