66 PPL Disebar Membantu Nelayan

0
409
SERAHKAN: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat menyerahkan SK kepada salah satu PPL di Setokok Batam, kemarin. F-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Minta Muncul Temuan Baru

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengharapkan munculnya penemuan baru dunia perikanan dari Provinsi Kepri. 

BATAM – Harapan itu diperuntukkan bagi 66 orang Tenaga Pendamping Perikanan (PPL) yang dilepas bertugas secara resmi di tujuh kabupaten/kota di Kepri, Kamis (27/4) di Pulau Setokok, Batam.

Harapan Nurdin tersebut bukanlah berlebihan. Mengingat Provinsi Kepri selalu memberikan tenaga pendamping bidang perikanan tersebut kepada masyarakat nelayan sejak tahun 2011. Program itu terus berkesinambungan hingga tahun 2017 ini.

Kepri sudah punya tenaga pendamping perikanan ini sejak tahun 2011. Tenaga yang dipilih adalah mereka yang berkompeten di bidang perikanan. Maka itu, gubernur sangat berharap tahun ini bisa muncul satu penemuan baru di bidang perikanan ini.

”Bekerjalah dengan sepenuh hati. Eksplorasilah kekayaan laut Kepri ini dengan ilmu kalian. Bimbing masyarakat nelayan ini dengan serius. Semoga dengan keseriusan dan pembauran dengan masyarakat ini bisa menghasilkan hal baru di Kepri,” harap Nurdin sebelum menyerahkan SK kepada 66 orang tenaga PPL tersebut.

Selain itu, Nurdin juga meminta kepada tenaga PPL dan masyarakat untuk mengubah pola pikir dari yang negatif kepada positif.

”Kepada yang biasa-biasa saja, yang monoton kepada pola pikir yang kreatif. Pola pikir kreatif akan menggerakkan perilaku yang kreatif dan aktif. Sehingga muncul jiwa-jiwa enterpreneur, jiwa pantang menyerah, jiwa gigih,” pesannya.

Menurut Nurdin, selama ini Pemprov Kepri sangat menaruh perhatian khusus untuk masyarakat nelayan. Sudah banyak bantuan-bantuan yang dikucurkan agar bidang perikanan dan kelautan di Kepri bisa mengangkat taraf kesejahteraan masyarakat nelayan.

Bantuan-bantuan itu tidak hanya dalam bentuk dana segar, tetapi juga peralatan-peralatan dan segala kebutuhan masyarakat nelayan.

Hanya saja, tutur Nurdin, bantuan pemerintah tersebut belum menghasilkan perubahan yang berarti. Hal itu dikarenakan pola pikir masyarakat yang belum berubah ke arah yang lebih baik.

Bantuan terbaru untuk nelayan adalah mesin konversi lengkap sebanyak 4.500 unit mesin. Tahun 2017 ini untuk tahap awal akan diberikan 1.000 unit mesin lengkap dengan baling-baling kepada nelayan di Kepri.

”Pak kadis saya perintahkan nanti untuk memberikan reward kepada tenaga PPL ini yang bisa melahirkan penemuan baru. Kasih beasiswa untuk melanjutkan kuliah atau diangkat jadi pegawai,” kata Gubernur yang mengatakan sangat senang dan bahagia berada di tengah-tengah masyarakat nelayan ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Eddy Sofyan mengatakan tugas tenaga PPL ini nantinya adalah membuat rencana kegiatan penyuluhan, membimbing nelayan dan pelaku usaha.

Tujuannya merencanakan kegiatan usaha perikanan dalam bidang teknologi dan manajemen usaha, melakukan kerja sama dengan perbankan, serta menggumpulkan dan melaporkan data hasil binaannya terkait budidaya perikanan, perikanan tangkap dan pengelolaan serta mendata masyarakat nelayan dan pelaku usaha.

”Tugas utama mereka yang terpenting adalah sebagai perpanjangan tangan dinas DKP, sebagai pendamping, motivator dan penggerak perubahan,” jelas Eddy.

Sebanyak 66 orang tenaga PPL tersebut akan disebar ke seluruh wilayah Kepri. Kabupaten Natuna mendapat 12 orang PPL, Kabupaten Anambas 8 orang PPL, Kabupaten Bintan 13 orang PPL, Kabupaten Lingga 9 orang PPL, Kabupaten Karimun 13 orang PPL, Kota Tanjungpinang 4 orang PPL dan Kota Batam 8 orang PPL.(TUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here