76 Ribu Anak di Bawah 15 Tahun Diberi Vaksin Campak

0
627
Imunisasi: Salah satu murid kelas dua SD yang sedang mendapatkan imunisasi Td dari petugas Puskesmas di Tanjungpinang.f-DOKUMEN tANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Tahun 2018 Pemerintah Kota Tanjungpinang, akan memprogramkan 76 ribu anak di bawah 15 tahun diberikan imunisasi tambahan campak dan Measless Rubella (MR) tanpa memandang status imunisasinya.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, kemarin.

Penyakit campak dan MR merupakan suatu inveksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Penyebaran campak dan rubella tidak terlalu berbeda, keduanya mudah menular melalui udara seperti bersin atau batuk.

Strategi yang ditempuh adalah pemberian imunisasi campak dan MR untuk anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Mantan pejabat Pemprov Kepri ini, menegaskan saat ini sedang dilakukan sejumlah tahapan persiapan. Diantaranya, penyusunan micro planning untuk menghitung kebutuhan vaksin dan logistik. Lainnya, kebutuhan petugas dan sebagainya.

Baca Juga :  Kajari Bakal Umumkan Kasus Korupsi di Kepri

Tahap berikutnya, Dinkes akan melakukan pendataan dan validasi sasaran dari kalangan posyandu, Pos PAUD, Taman Kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Dilanjutkan sosialisasi untuk memperkuat kesabaran dan dukungan masyarakat dan stakeholder terkait. ”Setelah semuanya berjalan dengan baik, kegiatan pemberian imunisasi massal akan dilakukan bulan Agustus dan September. Jika masih diperlukan, dilanjutkan sweeping pada bulan Oktober 2018,” kata Rustam lagi.

Tujuan Akhir dari pelaksanaan kampanye Campak dan Rubella adalah tereliminasinya penyakit ini dari Indonesia hingga program nasional 2020. ”Kita harapkan orang tua mendukung program pemerintah ini,” harapnya.

Ia juga membeberkan di Tanjungpinang aman penyakit difteri. Nama-nama pasien yang diduga, telah diambil sample yang di bawa ke laboratorium Jakarta, hasilnya negatif.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Minta Tunda Kenaikan Iuran Kios

Dengan hasil tersebut memperkuat keputusan bahwa Tanjungpinang tidak perlu melakukan Outbreaks Response Imunization.

Tanjungpinang hanya perlu melakukan penguatan imunisasi rutin melalui drop out folllow up dan backlog fighting khususnya pada bayi di bawah dua dua tahun (baduta) dan siswa kelas satu maupun kelas dua yang belum terimunisasi.

”Drop out follow up adalah kegiatan menglengkapi imunisasi bagi sasaran yang belum lengkap status imunisasi dasarnya,” tegasnya.

Sambung dia, kegiatan drop out follow up dilakukan antara lain dengan cara sweeping melakukan imunisasi dengan mendatangi dan memobilisasi sasaran yang belum pernah mendapat imunisasi dasar.

Sedangkan backlog fighting adalah upaya aktif menglengkapi imunisasi dasar pada anak yang berumur 1-3 tahun pada desa non UCI.

Baca Juga :  31 Juli, Paskibraka Ikuti Diklat

”Tetapi karena semua kelurahan di Kota Tanjungpinang sudah mencapai UCI, maka backlog fighting sebenarnya tidak perlu dilakukan,” paparnya.

Namun ada kebijakan terbaru, backlog fighting juga dapat dilakukan pada daerah yang telah UCI. Jadi dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penyisiran ke seluruh keluarga yang memiliki bayi dan batita (1-3 tahun) untuk melakukan penelitian kelengkapan status imunisasinya sekaligus memberikan imunisasi seandainya ada yang belum lengkap.

”Pada siswa kelas satu dan kelas dua yang masih belum terimunisasi masih akan terus kita selesaikan,” tegasnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here